Warga Diminta Waspadai Rumor

Kompas.com - 11/06/2012, 04:27 WIB
Editor

YANGON, MINGGU - Surat kabar corong Pemerintah Myanmar, The New Light of Myanmar, Minggu (10/6), memperingatkan kemungkinan terjadinya gelombang anarki dan lebih banyak lagi aksi balas dendam. Peringatan itu dikeluarkan menyusul sejumlah aksi kekerasan dan konflik sektarian, yang pecah beberapa pekan belakangan. Hal itu terjadi antara warga mayoritas pemeluk Buddha dan warga minoritas Muslim di wilayah Rakhine, sebelah barat negeri tersebut.

Dalam pemberitaannya, surat kabar itu juga menyerukan pentingnya semua pihak untuk menahan diri dan bertoleransi satu sama lain.

Sebelumnya, tujuh orang dilaporkan tewas, sementara ratusan rumah penduduk dibakar di kawasan Rakhine sepanjang Jumat dan Sabtu lalu. Kota itu berbatasan langsung dengan negara tetangga, Banglades.

Sementara itu, surat kabar Myanma Ahlin, yang juga milik pemerintah, menulis, aparat keamanan terpaksa melepaskan tembakan demi menghalau perusuh. Adapun stasiun televisi pemerintah mewartakan, pasukan Angkatan Darat Myanmar juga diterjunkan membantu polisi di kota Maungdaw dan Buthidaung, tempat gerombolan perusuh dikabarkan menyerang.

Otoritas setempat juga mengeluarkan perintah jam malam dan melarang warga berkumpul lebih dari lima orang.

Secara rinci stasiun televisi mengabarkan, selain tujuh orang tewas, 17 warga lain terluka. Jumlah rumah warga yang dibakar mencapai 494 rumah, 19 toko, dan sejumlah penginapan. Para perusuh, yang disebut dalam pemberitaan Myanma Ahlin sebagai 1.000 teroris, juga menyerang Rumah Sakit Umum Maungdaw.

Walau tak merinci asal kelompok penyerang dan korban, surat kabar tersebut menyebut kawasan yang rusuh itu berpenduduk 90 persen warga Muslim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara para korban tewas dan luka diyakini berasal dari kelompok warga Buddha, dilihat dari nama-nama mereka. Mereka terluka akibat sabetan senjata tajam.

Kerusuhan berdarah dipicu aksi brutal pembunuhan 10 warga Muslim oleh sekelompok orang, yang menuduh mereka terlibat pemerkosaan dan pembunuhan seorang perempuan lokal. Padahal, tiga pelaku sebelumnya sudah ditangkap polisi di tempat terpisah.

Harian The New Light of Myanmar mewanti-wanti masyarakat soal banyaknya rumor, yang dapat dengan cepat menyebar dan memicu konflik baru sehingga semakin memperparah keadaan. (AP/AFP/DWA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.