Libya Tahan Empat Staf Mahkamah Kejahatan Internasional

Kompas.com - 10/06/2012, 14:42 WIB
EditorEgidius Patnistik

Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) menyatakan empat staf mereka ditahan otoritas keamanan Libya saat mereka berupaya menemui Saif al-Islam, putra mantan pemimpin Libya, Kolonel Moammar Khadafy yang sedang menjalani proses penahanan di negara itu.

Presiden ICC, Sang-Hyung Song mendesak Libya untuk segera membebaskan keempat stafnya. Dia mengatakann keempat staf lembaganya itu telah ditahan sejak hari Kamis (07/06) lalu.

Laporan sebelumnya mengatakan keempat orang tersebut menjalani penahanan rumah setelah dituduh mencoba untuk meloloskan apa yang oleh otoritas Libya sebut sebagai dokumen berbahaya kepada Saif al-Islam.

Delegasi ICC ini berangkat ke Libya pada 6 Juni lalu untuk mencoba bertemu dengan Saif al-Islam Khadafy yang sedang menjalani penahanan di kota Zintan. Kunjungan ini merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai upaya memberi pendampingan hukum terhadap Saif yang tengah menghadapi sejumlah tuduhan serius.

"Kami sangat prihatin dengan keselamatan staf kami karena kami tidak bisa menghubungi mereka," bunyi pernyataan yang dikeluarkan ICC.

Selundupkan surat

"Keempat pegawai lembaga internasional ini mempunyai kekebalan saat mereka sedang menjalankan tugas dari ICC. Saya telah meminta otoritas Libya segera mengambil langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka."

Wartawan BBC di Zintan, Rana Jawad mengatakan anggota kelompok yang menahan Saif al-Islam Khadafy mengatakan penahanan terhadap keempat orang staf ICC dilakukan setelah mereka menemukan dokumen berupa surat dari mantan orang kepercayaan Saif yang kini tinggal di Mesir.

Pemerintah transisi Libya yang berpusat di Tripoli telah meminta pembebasan keempatnya namun anggota otoritas keamanan Libya yang menahan mereka berkeras agar keempatnya tetap ditahan di Zintan sampai sampai adanya penyelidikan dari kantor jaksa setempat.

Diantara empat orang staf ICC yang ditahan diketahui merupakan warga Australia, Melinda Taylor.

Sebelumnya Saif al-Islam yang ditangkap oleh milisi anti Khadafy pada November lalu saat berupaya meninggalkan Libya yang tengah menghadapi gejolak pemberontakan menentang kepemimpinan Moammar Khadafy.

ICC mengatakan Saif terkait dengan sejumlah kejahatan kemanusiaan dan berencana untuk menyidangkannya di Den Haag, Belanda. Namun sejauh ini otoritas Libya menolak menyerahkan proses persidangan Saif al-Islam kepada ICC.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.