Suu Kyi Nilai Perjalanannya Memuaskan

Kompas.com - 04/06/2012, 02:42 WIB
Editor

YANGON, MINGGU - Pejuang prodemokrasi dan tokoh karismatis Myanmar, Aung San Suu Kyi, Minggu (3/6), kembali ke tanah airnya setelah kunjungan lima hari ke Thailand. Lawatan ke negeri tetangganya itu adalah yang pertama kali dia lakukan setelah terbelenggu di bawah kekangan rezim junta militer selama hampir seperempat abad.

Sesaat setelah mendarat di bandar udara Yangon, Suu Kyi kepada wartawan mengaku kunjungannya ke Thailand sangat memuaskan.

Selama 24 tahun sebelumnya, Suu Kyi memilih tetap berada di tanah air. Dia bahkan bertahan di Myanmar ketika mendiang suaminya, Michael Aris, dalam kondisi kritis hingga meninggal dunia di Inggris. Dia khawatir jika pergi ke luar negeri, dia tak diperbolehkan kembali. Hal itu dinilai membahayakan perjuangannya menegakkan demokrasi di negeri itu.

Suu Kyi melawat ke Thailand untuk berbicara dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia. Selain itu, dia juga mengunjungi sejumlah tempat di Thailand untuk menemui para pekerja migran asal Myanmar dan pengungsi Myanmar di negeri itu.

Kehadiran Suu Kyi di Thailand disebut-sebut telah membuat Presiden Myanmar Thein Sein membatalkan rencana kunjungannya ke forum yang sama. Pembatalan dilakukan Thein Sein secara tiba-tiba. Banyak pihak menduga pembatalan dilakukan ketika kabar tentang rencana Suu Kyi akan hadir di sana beredar.

Sejumlah pihak berspekulasi, Thein Sein menolak tampil dalam forum yang sama dengan Suu Kyi. Padahal, kunjungan itu juga yang pertama kali akan dilakukan Thein Sein. Menurut Kementerian Luar Negeri Thailand, Pemerintah Myanmar tidak mengajukan perubahan jadwal dan hanya membatalkan jadwal sebelumnya.

Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia, Suu Kyi memuji peran Thein Sein dan mengaku percaya pada komitmen sang presiden. Namun, dia juga mengingatkan keberadaan dan kekuatan militer di negeri itu masih tetap harus diperhitungkan.

Lawatan Suu Kyi ke Thailand akan disusul dengan perjalanan berikutnya ke luar negeri pada pertengahan Juni. Kali ini, Suu Kyi akan berkunjung ke sejumlah negara Eropa.

Salah satu rencana lawatan Suu Kyi adalah menghadiri upacara penyerahan Hadiah Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia, yang diraihnya tahun 1991.

Saat itu Hadiah Nobel Perdamaian diterima secara simbolis oleh mendiang suami dan kedua anaknya. Selain ke Oslo, Suu Kyi juga dijadwalkan melawat ke empat kota di Eropa, seperti Geneva (Swiss), Dublin (Irlandia), London (Inggris), dan Paris (Perancis). (AFP/AP/DWA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.