15.000 Petugas Amankan Sidang Vonis Mubarak

Kompas.com - 02/06/2012, 14:20 WIB
EditorKistyarini

KAIRO, KOMPAS.com — Sebanyak 15.000 aparat keamanan dari kepolisian dan militer Mesir mengamankan pengadilan mantan Presiden Hosni Mubarak di ibu kota Mesir, Kairo, Sabtu (2/6/2012).

"Lebih 15.000 personel dari kepolisian dan militer dikerahkan untuk mengamankan jalannya pengadilan ini," kata Kepala Satuan Pengaman Kepolisian Kairo Timur, Mohsin Amr.

Pasukan aparat keamanan didukung puluhan panser polisi antihuru-hara tampak melakukan pagar betis di depan Akademi Kepolisian di Kairo Timur, tempat pengadilan Mubarak.

Agenda pengadilan bersejarah Mubarak, yang dijuluki sebagai "pengadilan abad ini", dipimpin hakim ketua Ahmed Rifaat yang akan membacakan vonis atas dakwaan pembunuhan demonstran dalam revolusi 18 hari pada awal tahun lalu.

Mubarak diadili bersama dua putrinya, Alaa dan Gamal, serta mantan Menteri Dalam Negeri Habib Al Adly, enam mantan pejabat kepolisian, dan in absentia pengusaha Hosam Salem, yang kini buron di Spanyol.

Pengadilan dijadwalkan dimulai pukul 10.00 waktu setempat atau 15.00 WIB. Sidang ini terbuka untuk umum.

Saat berita ini dikirim, Mubarak belum tiba di pengadilan. Biasanya Mubarak dibawa ke pengadilan dengan helikopter dari Rumah Sakit Markaz At Tibbi, tempat ia terbaring sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Media massa setempat melaporkan, kondisi Mubarak cukup baik kendati ia kurang bergairah untuk menyantap makanan. Ratusan keluarga korban mulai tampak memadati pengadilan tersebut di kawasan elite Kairo Timur tersebut.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X