Hosni Mubarak Hadapi Vonis

Kompas.com - 02/06/2012, 11:19 WIB
EditorKistyarini

Dalam persidangan awal Januari lalu, ketua jaksa penuntut umum menyatakan tidak mungkin bahwa Mubarak tidak memerintahkan polisi untuk membunuh demonstran.

Kuasa hukum menyatakan, militer memegang kendali keamanan ketika para pemrotes tewas karena mantan presiden telah mengalihkan tanggung jawab kepada kepala staf.

Kuasa hukum Mubarak menambahkan, polisi tidak menerima perintah dari Mubarak.

Jaksa meminta agar mantan presiden berusia 84 tahun itu dihukum gantung.

Hosni Mubarak merupakan mantan pemimpin pertama yang diadili secara langsung sejak gejolak di negara-negara Arab yang terjadi tahun lalu.

Sebelumnya, mantan penguasa Tunisia, Zine al-Abidine Ben Ali, divonis bersalah melalui pengadilan in absentia atas kepemilikan obat-obatan dan senjata pada Juli lalu.

Sementara itu, mantan pemimpin Yaman, Ali Abdullah Saleh, menerima kekebalan dari jaksa setelah menyerahkan kekuasaan pada November lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan pemimpin Libya, Kolonel Moammar Khadafy, tewas oleh pemberontak pada Oktober lalu.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.