Dokter Pakistan Dipenjara Bukan karena "Bantu CIA"

Kompas.com - 31/05/2012, 08:22 WIB
EditorEgidius Patnistik

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Dokter Pakistan, Shakeel Afridi, divonis penjara pekan lalu karena memiliki hubungan dengan kelompok militan terlarang dan bukan karena membantu badan intelijen Amerika Serikat, CIA, untuk melacak keberadaan Osama bin Laden, demikian tertulis dalam dokumen pengadilan.

Dalam surat putusan pengadilan yang diumumkan pada Rabu (30/5/2012) disebutkan, dr Afridi dinyatakan bersalah karena memberikan dukungan dan perawatan medis kepada para anggota kelompok militan Laskar-e-Islam.

Surat putusan menyebutkan ada bukti-bukti bahwa dr Afridi terlibat dengan badan-badan intelijen asing dan perkara itu harus ditangani oleh pengadilan lain.

Semula dilaporkan, Shakeel Afridi divonis penjara karena berpura-pura menjalankan program vaksinasi untuk mengumpulkan informasi bagi CIA tentang keberadaan Osama bin Laden.

Perkembangan tak terduga

Dr Afridi dijatuhi hukuman penjara selama 33 tahun dalam sidang tertutup berdasarkan sistem kehakiman kesukuan Pakistan. Keluarganya menyatakan dakwaan pengkhianatan terhadap dr Afridi tidak memiliki landasan.

Wartawan BBC di Islamabad, Orla Guerin, mengatakan, dokumen pengadilan yang baru saja diterbitkan merupakan perkembangan tak terduga dalam kasus ini.

Apa pun alasan resmi vonis terhadap Shakeel Afridi, lapor Guerin, banyak kalangan di Pakistan yakin bahwa dokter tersebut dipenjara karena membantu melacak keberadaan Osama bin Laden.

Muncul spekulasi bahwa penerbitan putusan pengadilan dilakukan di bawah tekanan dari Washington. Jumlat lalu, panel Senat Amerika Serikat memotong bantuan sebesar 33 juta dollar AS kepada Pakistan sebagai reaksi atas pemenjaraan dr Afridi, 1 juta dollar AS per setiap tahun hukuman penjara.

Menurut para pejabat Amerika, dr Afridi memainkan peran penting dalam melacak pemimpin Al Qaeda dan menyerukan dengan keras agar dia dibebaskan.

Hingga kini belum belum jelas apakah DNA Osama bin Laden atau anggota keluarganya berhasil dikumpulkan atau apakah dokter tersebut mengetahui identitas sasaran yang dituju.

Osama ditembak pasukan khusus Amerika di Abbottabad, Pakistan, Mei 2011.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X