Suu Kyi Disambut Warga Myanmar di Thailand

Kompas.com - 31/05/2012, 02:30 WIB
Editor

Mahachai, Rabu - Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, Rabu (30/5), menerima sambutan meriah dari para imigran Myanmar di Thailand pada perjalanan luar negeri pertamanya dalam 24 tahun terakhir.

Ribuan orang keturunan Myanmar memadati sebuah jalan sempit di Provinsi Samut Sakhon, sebelah selatan Bangkok, untuk bertemu dengannya. Suu Kyi pun menyampaikan kata-kata penyemangat.

”Hari ini saya akan memberi satu janji kepada Anda: saya akan berusaha sebaik mungkin untuk Anda,” kata pemimpin oposisi, yang pergi ke luar negeri untuk pertama kali sejak 1988, itu.

”Semoga Anda semua bisa pulang ke negeri kita segera,” katanya disambut sorak-sorai.

Suu Kyi, yang tiba di Bangkok hari Selasa malam, meninggalkan hotel mewahnya di ibu kota Thailand yang penuh gedung pencakar langit untuk mengunjungi kota Mahathai, Rabu. Kota itu adalah daerah pemrosesan makanan laut penting dan tempat komunitas terbesar imigran Myanmar. Ribuan warga Myanmar yang termarjinalkan itu mengelilinginya dan menyerukan, ”Hidup Ibu Suu!”

Suu Kyi menghabiskan 15 dari 24 tahun terakhir di dalam tahanan rumah. Pada saat-saat kebebasan yang pendek, dia tak berani meninggalkan Myanmar, bahkan untuk menengok suaminya yang sekarat di Inggris, karena takut junta militer tak akan mengizinkannya pulang ke Myanmar. Kini, setelah perubahan dramatis terjadi di Myanmar, aktivis demokrasi dan anggota terpilih parlemen itu bepergian ke Thailand, tempat dia akan berbicara dalam World Economic Forum on East Asia.

Keputusan Suu Kyi untuk memulai kunjungannya dengan bertemu sebagian dari ratusan ribu buruh migran Myanmar yang melakukan pekerjaan berupah rendah di rumah, pabrik, dan kapal nelayan menunjukkan perhatiannya kepada kelompok yang sudah lama termarjinalkan dan rentan dieksploitasi.

Sekitar 2,5 juta orang Myanmar miskin berada di Thailand untuk melakukan pekerjaan berketerampilan rendah karena ketiadaan lapangan kerja di negeri mereka.

Suu Kyi akan kembali ke Myanmar sebentar sebelum menuju Eropa untuk kunjungan ke lima negara, termasuk Inggris, pada pertengahan Juni.

Presiden Myanmar Thein Sein telah menunda kunjungan resminya ke Thailand karena bentrok dengan jadwal kunjungan Suu Kyi.

(AP/AFP/Reuters/DI)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X