Pemilihan Presiden Mesir ke Putaran Kedua

Kompas.com - 26/05/2012, 18:44 WIB
EditorEgidius Patnistik

KAIRO, KOMPAS.com - Rakyat Mesir akan memilih calon dari Ikhwanul Muslimin dan pejabat rezim Husni Mubarak dalam pemilihan presiden putaran kedua, menurut media resmi.

Calon dari Ikhwanul Muslimin Mohammed Mursi unggul sedikit dibandingkan mantan PM Ahmed Shafiq, dengan perolehan suara dilaporkan masing-masing 25,3 persen dan 24,9 persen.

Kedua calon ini menunjukkan dua kekuatan yang selalu bersaing dalam puluhan tahun terakhir.  Putaran kedua pemilihan bebas pertama Mesir ini akan dilakukan pada tanggal 16 dan 17 Juni.

Hasil resmi pemilihan presiden putaran pertama Rabu dan Kamis lalu akan diumumkan hari Selasa.  Namun media resmi melaporkan jumlah penghitungan suara dari berbagai tempat pemungutan suara di seluruh Mesir telah memastikan Mursi dan Shafiq sebagai calon terdepan.

Pemungutan suara ini disebut sebagai capaian historis oleh pengamat internasional.

Namun wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan banyak warga Mesir -terutama pendukung revolusi- merasa dua pilihan calon ini sama sekali tidak menarik.

Terpecah

Juru bicara Ikhwanul Muslimin mengatakan Mesir akan berada "di ambang bahaya" bila Shafiq menang dan kelompok ini akan berupaya mendekati calon lain untuk mengalahkannya dalam putaran kedua.

Ikhwanul Muslimin memperingatkan adanya "upaya untuk menciptakan kembali rezim lama". Mereka mendesak kelompok-kelompok yang mendukung pemberontakan atas Hosni Mubarak untuk bergabung mendukung Mursi.

Namun kubu Ikhwanul dan Shafiq menuduh masing-masing pihak "mencuri" revolusi.

Juru bicara Shafiq Ahmed Sarhan mendesak kalangan prorevolusi untuk memilih calon mereka dengan mengatakan program Shafiq adalah "tentang masa depan", sementara Ikhanul Muslimin tentang "Kekaisaran Islam."

Wartawan BBC Jon Leyne mengatakan dengan pilihan terbatas ini, warga Mesir kemungkinan memasuki era konfrontasi baru.

Ahmed Khairi, juru bicara Partai Kebebasan Mesir -partai liberal sekuler yang muncul tahun lalu- mengatakan hasil putaran pertama merupakan "skenario terburuk", lapor surat kabar Mesir al-Ahram.

Ia menggambarkan Mursi sebagai "fascis Islam" dan Shafiq "fascis militer."

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X