Direktur Bank Vatikan Dipecat

Kompas.com - 25/05/2012, 11:49 WIB
EditorEgidius Patnistik

Mereka mengalami kerugian sebesar 250 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,7 triliun dalam sebuah skandal yang melibatkan salah satu bank kolaps di Italia—The Banco Ambrosiano—pada 1982.

Gotti Tedeschi, seorang ekonom berusia 62 tahun, memimpin Bank Vatikan sejak tahun 2009. Dia pernah diperiksa polisi Italia tahun 2010 dengan tuduhan pencucian uang. Saat dalam penyelidikan, Vatikan mengatakan "bingung dan heran", dan menyatakan sepenuhnya percaya terhadap Tedeschi.

Saat itu disampaikan bahwa masalah terjadi akibat kesalahpahaman, dan tidak ada satu pun pekerjanya yang terlibat. Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi pajak Italia menyita 23 juta euro atau sekitar Rp 273 miliar yang akan ditransfer Bank Vatikan ke sebuah bank kecil Italia, Credito Artigiano.

Sebulan kemudian, Vatikan membuat sebuah otoritas keuangan baru untuk melawan pencucian uang dan membuat operasi keuangannya lebih transparan, menjelang tenggat waktu Uni Eropa. Kebijakan itu dibuat agar bisa masuk dalam "daftar putih" Komisi Eropa yang berisi negara yang memenuhi standar internasional melawan pemalsuan pajak dan pencucian uang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.