Rakyat Mesir Pilih Presiden

Kompas.com - 23/05/2012, 04:46 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Untuk pertama kali sejak Presiden Hosni Mubarak tumbang dalam revolusi rakyat awal tahun lalu, Mesir menggelar pemilihan presiden, hari Rabu (23/5) ini sampai Kamis. Pemilihan presiden kali ini diharapkan menjadi pemilihan demokratis sejati yang pertama dalam sejarah peradaban Mesir.

Wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman melaporkan, kota Kairo dan kota-kota lain di Mesir relatif tenang menjelang hari pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres). Komisi tinggi pemilihan umum Mesir memang memberlakukan hari tenang sejak Minggu malam, dan selama itu para calon presiden (capres) dan pendukungnya dilarang berkampanye dalam bentuk apa pun.

Sekitar 51 juta pemilik hak suara dari total 85 juta rakyat Mesir memberikan suaranya di seantero negeri untuk memilih satu dari 13 capres.

Proses pemilihan suara berlangsung pukul 08.00-20.00 selama dua hari, di 13.099 tempat pemungutan suara di seluruh Mesir. Sebanyak 14.509 hakim dan puluhan lembaga swadaya masyarakat dari dalam dan luar negeri mengawasi langsung jalannya pemilihan presiden.

Hukumnya wajib

Para pejabat pemerintahan sementara dan tokoh masyarakat Mesir mendorong rakyat agar menggunakan hak suara mereka. Dewan Agung Militer Mesir (SCAF), yang menjalankan pemerintahan sementara, menegaskan, partisipasi rakyat merupakan harapan untuk membawa Mesir menuju kemajuan, kemakmuran, dan kestabilan.

Ulama besar Mesir, Sheikh Yusuf Qardhawi, menegaskan, wajib hukumnya secara agama bagi para pemilik hak suara untuk menggunakan hak suara mereka. Menurut Qardhawi, pemilik hak suara yang tak memberikan suaranya berarti telah berdosa.

SCAF menegaskan posisinya netral dan berjarak sama dengan semua capres, dan mempersilakan para pemilih bebas menjatuhkan pilihan mereka. SCAF juga meminta semua pihak menerima hasil pemilihan presiden.

Mufti negara Sheikh Ali Jum’ah juga menyerukan agar rakyat berpartisipasi secara positif dalam pemilihan presiden, dan semua pihak menghormati kehendak rakyat dan hasil pemilihan ini.

Dari 13 capres yang bersaing, sedikitnya ada lima orang yang berpeluang menang setelah memiliki popularitas tinggi dalam berbagai jajak pendapat terakhir.

Mereka adalah mantan Sekjen Liga Arab dan Menteri Luar Negeri Mesir Amr Mousa; mantan Perdana Menteri Ahmed Shafik; capres resmi Ikhwanul Muslimin (IM), Muhammad Mursi; capres independen dari kubu islamis, Abdul Munim Abul Futuh, dan capres dari kelompok sosialis, Hamdin Sabahi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.