Ada "Kelinci" dan "Dasi" dalam Pemilu Malaysia

Kompas.com - 22/05/2012, 14:08 WIB
EditorKistyarini

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Komisi Pemilu Malaysia menetapkan 30 lambang baru yang disebut sebagai "simbol yang modern dan bersahabat", mulai dari kelinci, kemeja, tas, televisi, telepon, hingga dasi, untuk kandidat independen.

Wakil Ketua EC Datuk Wan Ahmad Wan Omar seperti dikutip harian The Star, Selasa (22/5/2012), mengatakan, pihaknya telah mengganti 13 simbol lama dan menggantinya dengan 23 simbol baru.

Simbol-simbol yang diganti tersebut di antaranya gambar kepala macan, gunting, sepatu, payung, pipa rokok, layang-layang, dan minyak sawit.

"Kami mengganti beberapa simbol karena memberi konotasi negatif. Macan misalnya melambangkan keganasan, sepatu konotasinya tidak bersih, sedangkan gunting berkonotasi 'gunting dalam lipatan' (musuh dalam selimut)," kata Datuk Wan Ahmad Wan Omar seraya menambahkan bahwa pipa rokok juga diganti karena merokok membahayakan kesehatan.

Sementara itu, lanjut dia, payung diganti karena tidak mungkin melarang warga untuk membawa payung saat hari pemilihan.

Ketua EC Tan Sri Abdul Aziz Mohd Yusof mengatakan, kandidat independen tidak diperkenankan membuat simbol baru dan harus memilih simbol-simbol yang sudah tersedia.

"Tidak perlu membuat simbol baru karena satu simbol bisa digunakan oleh beberapa kandidat berbeda di daerah pemilihan yang berbeda," kata Tan Sri Abdul Aziz Mohd Yusof.

Sebelumnya Komisi Pemilu Malaysia dituding membuat pemilih fiktif gara-gara nama yang tercantum dalam daftar pemilih dianggap aneh.

Berbagai pihak mempertanyakan pemilih dengan nama-nama sayuran, binatang, bahkan nama orang terkenal di antara 12,8 juta daftar pemilih Malaysia.

Di antara nama-nama pemilih yang dianggap aneh tersebut adalah Kangkung, Timun, Harimau, Kuda, Elvis Presley, Reagan, Atas Jalan, Tepi Jalan, Boeing, Machine Gun, dan Tiga Belas.

Mohd Yusof mengatakan, orang-orang dengan nama aneh tersebut benar-benar ada dan umumnya ditemukan di daerah pedalaman, seperti Sabah dan Sarawak.

"Kami juga mencatat nama-nama seperti Elvis Presley, Reagan, dan A Ramlie bin Jefridin dalam daftar. Orang-orang ini benar-benar ada dan mereka asli Malaysia," katanya.

A Ramli dan Jefri Din adalah dua penyanyi top Malaysia di era 1960-an.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.