Pengadilan Ukraina Tunda Dengarkan Tymoshenko

Kompas.com - 21/05/2012, 18:53 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Pengadilan Ukraina menunda mendengarkan mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko yang kini mendekam di penjara. Tymoshenko mendapat dakwaan penggelapan uang negara. Dakwaan itu sendiri sudah dikenakan sejak sebulan lebih. "Hakim akan merampungkan proses ini pada 25 Juni mendatang," kata hakim Kostyantin Sadovsky sebagaimana warta Xinhua pada Senin (21/5/2012).

Pengadilan sebelumnya juga batal mendengarkan Tymoshenko lantaran yang bersangkutan tidak dapat hadir di pengadilan. Kondisi kesehatan Tymoshenko, dalam kesempatan itu, memang tengah memburuk.

Yulia Tymoshenko mendapat kesempatan berobat keluar dari penjara di Kharkov, sebelah timur Ukraina. Tymshenko sendiri dijebloskan ke bui sejak Oktober 2011. Ia dianggap melakukan penyalahgunaan kekuasaan terkait kontrak gas antara Ukraina dengan Rusia.

Pada April 2012, pengadilan mendakwa Tymoshenko menyalahgunakan uang negara sebesar 405 juta dollar AS. Pengadilan juga mendakwa dia menhindari pembayaran pajak sebesar 87.000 dollar AS pada sekitar 1990.

Tymoshenko menolak segala dakwaan tersebut. "Ada motivasi politik di belakang dakwaan terhadap diri saya," katanya suatu ketika.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.