Suriah Didesak Segera Lakukan Transisi Politik

Kompas.com - 21/05/2012, 04:56 WIB
Editor

Camp David, Sabtu - Para pemimpin delapan negara industri maju yang tergabung dalam G-8, Sabtu (19/5), mendesak perlunya ”transisi politik” di Suriah. Suriah juga diminta berkomitmen untuk menghentikan kekerasan yang diperkirakan menelan 12.000 korban jiwa.

G-8—yang di dalamnya termasuk Rusia, sekutu terdekat Suriah—menyerukan ”transisi politik inklusif yang dipimpin Suriah untuk menuju sistem politik yang demokratis dan plural”.

Para pemimpin yang mengakhiri pertemuan dua hari di Camp David, Amerika Serikat, itu juga meminta Pemerintah Suriah dan pihak oposisi untuk ”segera mengikuti sepenuhnya” rencana internasional untuk mengakhiri kekerasan.

”Kami masih tertegun dengan jatuhnya korban, krisis kemanusiaan, dan pelanggaran hak asasi manusia di Suriah. Pemerintah Suriah dan semua pihak harus segera berkomitmen untuk menerapkan rencana enam poin dari utusan khusus PBB dan Liga Arab, Kofi Annan, dan segera menghentikan kekerasan,” demikian penyataan bersama G-8.

Dalam pertemuan itu, Presiden AS Barack Obama menyerukan agar Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk segera mundur. Obama menyebut transisi politik di Yaman, dengan mundurnya Presiden Ali Abdullah Saleh, sebagai contoh yang bisa diterapkan di Suriah.

Ben Rhodes, wakil penasihat keamanan nasional Obama, mengatakan, fokus tim pemantau PBB di Suriah untuk mengamankan gencatan senjata telah teralihkan dari masalah fundamental di negeri itu.

”Pendekatan kami, tak bisa memecahkan masalah hanya dengan tim pemantau dan gencatan senjata. Perlu proses politik yang tanggap dengan keinginan rakyat Suriah. Jika tidak, masalahnya tak terpecahkan,” ujar Rhodes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu bertentangan dengan sikap Rusia. ”Sebagian mungkin tak suka dengan Pemerintah Suriah, yang lain punya pandangan berbeda tentang pemilu di sana. Namun, tidak ada yang bisa menghindari pertanyaan, jika Assad mundur, siapa yang akan menggantikannya?” ujar Mikhail Margelov, asisten Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev.

Selain Suriah, pemimpin G-8 juga mengirim pesan kepada Iran terkait program pengembangan nuklir negara itu. G-8 mengatakan, sanksi yang lebih keras akan diterapkan sambil menjamin suplai minyak dunia tetap terjaga dan mencegah harga minyak melambung tinggi.

Seruan itu disampaikan menjelang dialog nuklir antara kekuatan dunia dan Iran yang digelar kembali di Baghdad, Irak, Rabu. Obama berharap, negosiasi itu produktif dan menekankan, kekuatan dunia bersatu menentang Iran. (AFP/Reuters/was)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.