Bom Meledak di Italia, 1 Siswi Tewas

Kompas.com - 20/05/2012, 01:46 WIB
Editor

Brindisi, Sabtu - Bom berkekuatan besar meledak di depan sebuah sekolah menengah kejuruan di kota Brindisi, Italia tenggara, Sabtu (19/5). Seorang siswi berusia 16 tahun tewas dalam insiden tersebut, dan sedikitnya empat siswi lain terluka parah.

Bom meledak sekitar pukul 08.45 waktu setempat, saat para murid berbaris memasuki sekolah kejuruan khusus perempuan Francesca Morvillo Falcone. ”Saya sedang membuka jendela kantor, dan gelombang ledakan menghantam saya. Saya melihat anak-anak sekolah terkapar di tanah, semua hangus,” tutur seorang pegawai kantor kejaksaan di sebelah sekolah tersebut.

Petugas layanan darurat setempat, Fabiano Amati, mengatakan, seorang siswi berusia 16 tahun meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit. Satu siswi lagi, yang sempat dikabarkan tewas, ternyata masih hidup tetapi menderita luka-luka sangat serius.

Paola Ciannamea, pejabat rumah sakit setempat, mengatakan, seorang korban lain berisiko kehilangan dua kakinya yang terluka parah. Sementara dua korban lagi menderita luka bakar di sekujur tubuh mereka.

Polisi belakangan menemukan bom tersebut terbuat dari tiga tabung gas elpiji yang diikat bersama detonator dan pengatur waktu, dan diletakkan di dekat dinding sekolah.

Polisi langsung meningkatkan pengamanan di Brindisi, dan seluruh sekolah di kota itu memulangkan murid-muridnya lebih awal.

Presiden Italia Giorgio Napolitano dan para pejabat pemerintah daerah mengecam ledakan tersebut. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Wali Kota Brindisi Mimmo Consales menduga serangan ini berkaitan dengan kelompok mafia lokal. Nama sekolah yang diserang itu diambil dari nama istri seorang hakim antimafia, Giovanni Falcone. Falcone dan istrinya tewas dalam serangan bom mafia di Sicilia, tahun 1992, dan warga kota Brindisi sedang bersiap memperingati peristiwa pembunuhan hakim itu pekan depan.

Meski demikian, Menteri Dalam Negeri Italia Anna Maria Cancellieri mengingatkan untuk tak tergesa-gesa mengambil kesimpulan. ”Ini bukan metode yang biasa dilakukan mafia,” tutur Cancellieri.

Ledakan di China

Sementara itu, dari China dilaporkan, sebuah ledakan terjadi di proyek pembangunan terowongan di Provinsi Hunan, China tengah, Sabtu. Sebanyak 19 pekerja tewas akibat ledakan, yang diduga terjadi saat para pekerja sedang membongkar muatan bahan peledak dari truk pengangkut.

(AP/AFP/Reuters/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.