Kompas.com - 15/05/2012, 22:11 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sebanyak 22 imigran gelap asal Afganistan dan Pakistan, ditangkap jajaran Kodim 0303 Bengkalis, Riau, Selasa (15/5/2012) ini, setelah memasuki daratan Riau. Mereka dari Malaysia. Saat ditangkap, para imigran itu telah memasuki jalur jalan Bengkalis-Dumai, dengan tujuan Jakarta.

"Mereka tidak ditangkap, tapi ditemukan anggota Kodim Bengkalis. Ke-22 imigran gelap itu diserahkan Kodim Bengkalis kepada kami tadi siang. Setelah kami data, seluruhnya dibawa ke Pekanbaru, untuk ditangani pihak Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi)," ujar Kepala Kantor Imigrasi Dumai, Abdullah Reni Simanungkalit, yang dihubungi dari Pekanbaru.

Menurut Abdullah, imigran tersebut didominasi oleh anak muda yang berusia 17 sampai 19 tahun. Seluruhnya tidak memiliki identitas keimigrasian.

"Berdasarkan pengakuan awal, mereka akan menuju Jakarta, untuk meminta suaka di perwakilan pengungsi PBB," ujar Abdullah.

Secara terpisah, Kepala Staf Kodim Bengkalis, Mayor Bahroedim, mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang masuknya sejumlah imigran melalui pelabuhan rakyat, di kawasan Tanjung Leban, Bengkalis.

Namun setelah petugas menuju Tanjung Leban, para imigran telah bergerak meninggalkan lokasi. Setelah dilakukan pengejaran, para imigran berhasil ditemukan di jalan lintas Bengkalis-Dumai.

"Petugas kami menahan satu mobil yang isinya 16 imigran gelap. Dari pengakuan mereka, ternyata masih ada satu mobil di belakang yang berisikan enam orang lagi," ujar Bahroedim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bahroedim setelah diperiksa, para imigran diserahkan kepada Kantor Imigrasi Dumai. Adapun sopir yang membawa para imigran diserahkan kepada Polisi untuk dimintai keterangan.

Penemuan imigran gelap, terutama asal Afganistan, telah berulang kali terjadi di Riau. Kisah tragis kerap mewarnai perjalanan mereka menuju negeri impian.

Tiga tahun lalu, persisnya akhir Mei 2009, perahu pengangkut 36 imigran gelap asal Afganistan tenggelam setelah menabrak tiang bubu (alat tangkap ikan nelayan) rusak di perairan Rokan Hilir, Riau. Sebanyak 16 orang tewas dalam kejadian itu.

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X