Keluarga TKI Mataram Kembali Diperiksa Polisi

Kompas.com - 15/05/2012, 15:07 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MATARAM, KOMPAS.com - Belum lagi tuntas polemik soal hasil otopsi tiga jenazah TKI asal Lombok Timur yang tewas tertembak di Malaysia, aparat Kepolisain Polda NTB, Selasa (15/5/2012) memanggil keluarga ketiga TKI untuk dimintai keterangan terkait status ketiga korban yang diduga bekerja di Malaysia secara ilegal.

Ditemani tim Advokasi Keadilan untuk TKI (AKUT NTB) enam orang perwakilan keluarga TKI, mendatangi Mapolda NTB. Mereka adalah, kedua orang tua almarhum Herman, kakak dan ibu almarhum Abdul Kadir Zailani, serta kakak dan ibu almarhum Mad Noor.

Juru bicara tim AKUT NTB, Muhammad Saleh mengaku bingung dengan pemeriksaaan keluarga TKI oleh aparat kepolisian, karena proses pemanggilan itu dilakukan sebelum persoalan kematian ketiga TKI diusut tuntas. “Kami mencurigai pemeriksaan ini hanyalah pengalihan isu dari inti pokok persoalan yaitu kematian ketiga TKI,” kata Muhammad Saleh.

Kepala Dinas Tenaga Kerja NTB, Mokhlis, yang dikonfirmasi juga tidak tahu tentang dasar pemanggilan keluarga TKI tersebut.

Sementara, juru bicara Polda NTB AKBP Sukarman Husen menyatakan, pemanggilan keluarga TKI itu adalah bagian dari upaya polri untuk membuat terang perkara kematian ketiga tki, dan bukan pengalihan isu. “Ini bukan pengalihan isu, mereka diperiksa sebagai saksi, agar proses hukum atas ketiga TKI menjadi terang, termasuk proses keberangkatan mereka,” kata Sukarman.

Terkait hasil otopsi resmi yang belum diterima kerluaga TKI, Sukara menyatakan akan berkoordinasi dengan Kapolres Lombok Timur agar keluarga segera bias memperoleh hasil otopsi secara resmi.

Seperti diberitakan, kasus kematian tiga orang TKI asal Lombok Timur ini mencuat setelah keluarga curiga ada organ tubuh ketiga TKI telah hilang dan diperjualbelikan. Atas permintaan keluarga, pada 26 dan 27 April lalu ketiga jenazah diotopsi ulang. Pemerintah telah mengumumkan hasil otopsi, di mana tidak ada organ tubuh ketiga TKI yang hilang. Namun pihak keluarga TKI menolak hasil otopsi tersebut dan berkeyakinan ada organ tubuh keluaraga mereka yang hilang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.