Iran Gantung "Agen Mossad"

Kompas.com - 15/05/2012, 14:46 WIB
EditorKistyarini

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran menggantung seorang pria yang dinyatakan terbukti menjadi agen badan intelijen Israel Mossad dan membunuh salah satu ilmuwan nuklir negara itu pada 2010, kantor berita Iran IRNA melaporkan, Selasa (15//5/2012).

Majid Jamali Fashi (24) digantung di Penjara Evin Teheran setelah vonis untuknya dijatuhkan pada Agustus tahun lalu atas pembunuhnan Massoud Al-Mohammadi. Kantor berita Iran mengutip kantor pusat kejaksaan yang menyatakan terdakwa mengakui perbuatannya.

Ali-Mohammadi tewas pada Januari 2010 ketika sebuah bom yang dikendalikan dari jarak jauh dan dipasang di sebuah sepeda motor meledak di luar rumahnya di Teheran.

Fashi dilaporkan bepergian ke luar negeri beberapa kali untuk mendapat pelatihan dari Mossad sebelum kembali ke Iran untuk melaksanakan pembunuhan itu.

Namun menurut para analis Barat, Ali-Mohammadi yang merupakan dosen program nuklir Universitas Teheran, hanya berperan kecil, jika ada, dalam program nuklir Iran. Juru bicara Badan Energi Atom Iran mengatakan saat itu dia tidak terlibat dalam kegiatan pengembangan nuklir negara itu.

Serangan terbaru terhadap pakar Iran terjadi pada Januari lalu. Deputi direktur fasilitas pengayaan uranium Natanz, Mostafa Ahmadi-Roshan, terbunuh ketika bom yang dipasang di mobilnya meledak.

Teheran menuduh Israel dan Amerika Serikat menghabisi empat ilmuwannya demi menyabotase program nuklirnya. Washington menyangkal tuduhan itu, sementara Israel menolak berkomentar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bulan lalu, para pejabat intelijen Iran menyatakan telah menangkap 15 orang yang mereka sebut "terkait jaringan teror dan sabotase rezim Zionis". Para tersangka merencanakan pembunuhan terhadap seorang ilmuwan Iran, menurut pihak berwenang.

Iran membantah tuduhan Barat bahwa negara itu berupaya mengembangkan senjata nuklir. Namun negara-negara Barat mendesak Teheran agar lebih transparan dan kooperatif menjelang perundingan yang akan dilangsungkan bulan ini.

Pada Senin (14/5/2012), Menteri Luar Negeri William Hague memperingatkan Uni Eropa bakal menerapkan sanksi yang lebih tegas terhadap Iran jika negara itu gagal mengambil langkah konkret terkait program nuklir itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.