Batas Waktu Gencatan Senjata Dilanggar Sudan

Kompas.com - 10/05/2012, 02:21 WIB
Editor

Juba, Rabu - Pesawat tempur Sudan mengebom Sudan Selatan, Rabu (9/5), tepat di hari terakhir batas waktu yang diberikan PBB agar kedua negara melakukan gencatan senjata. Dua pekan silam, Dewan Keamanan PBB mengultimatum dua Sudan agar dalam dua minggu sejak 4 Mei mengakhiri pertikaian dan merintis dialog damai.

Jika tidak menghentikan pertikaian dan melakukan dialog damai, Sudan dan Sudan Selatan bakal terkena sanksi PBB. Namun, Sudan malah melancarkan serangan baru ke sejumlah lokasi di wilayah perbatasan Sudan Selatan. ”Republik Sudan telah melakukan serangan secara acak ke wilayah sipil,” kata juru bicara militer Selatan, Kella Kueth.

Kueth mengatakan, pasukan Khartoum membombardir daerah sipil di Nil Atas, Unity, dan Bahr el-Ghazal Barat hari Senin dan Selasa. Bagaimana kondisi di lokasi serangan tidak segera bisa dikonfirmasi. Adapun Khartoum dengan tegas menyangkal telah melakukan serangan terbaru ke Selatan.

”Kebiasaan orang-orang Khartoum adalah selalu menyangkal telah melakukan serangan,” kata Kueth sambil menambahkan, serangan dilakukan jet-jet tempur dan beberapa pesawat Antonov.

Pertikaian antara Sudan dan Sudan Selatan ini pecah pertama kali pada 10 April lalu, insiden terbesar pertama sejak Selatan memisahkan diri dan menjadi negara otonom pada 9 Juli 2011. Ratusan tentara Sudan dan Selatan, serta puluhan warga sipil tewas. Titik pertikaian selama lebih dari dua minggu itu adalah ladang minyak Heglig. Pertikaian kemudian meluas ke Bentiu dan kota lain di Selatan.

Uni Afrika didukung DK PBB mengultimatum kedua negara untuk menghentikan pertikaian jika tidak mau terkena sanksi. Pasukan Juba langsung menarik mundur pasukan dari Heglig setelah mendapat tekanan internasional, namun Khartoum terus melancarkan serangan. Serangan terbaru ini justru mengabaikan tekanan PBB.

PBB sebelumnya mengeluarkan resolusi yang mengancam menjatuhkan sanksi nonmiliter yang tegas jika keduanya tidak mematuhi ultimatum. Termasuk memerintahkan Sudan menghentikan serangan udara. PBB juga menetapkan batas waktu 16 Mei untuk Khartoum dan Juba ”melanjutkan dialog tanpa syarat” yang dimediasi Uni Afrika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kueth mengatakan, Juba sudah menarik pasukan dari titik sengketa sejauh 10 kilometer ke arah Selatan. Tidak ada lagi pasukan di perbatasan. Persoalannya, Khartoum tidak melakukan upaya yang sama, justru melakukan serangan pada batas waktu ultimatum PBB,

Sudan justru balik menuding Selatan berada di balik konflik Darfur serta terlibat dalam pertempuran Negara Bagian Kordofa Selatan dan Nil Biru (Blue Nile). Juba menolak tudingan itu dan balik menuduh Khartoum mendukung pemberontak di wilayahnya. Taktik seperti itu pernah digunakan dalam perang saudara paling mematikan pada 1983-2005. Dengan adanya pertikaian baru itu, Sudan bisa terkena sanksi PBB. (AFP/AP/CAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.