RI-Arab Saudi Sepakat Isu Perlindungan Warga

Kompas.com - 09/05/2012, 09:21 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengklaim bahwa dirinya dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud Al-Faisal telah sepakat memberi perhatian khusus pada isu perlindungan terhadap warga Indonesia di sana.

Kedua belah pihak, menurut Marty, sama-sama punya pandangan serupa tentang pentingnya mekanisme pemantauan, yang secara reguler membahas berbagai aspek perlindungan warga negara di tiap-tiap negara.

Semua itu dicapai dalam pertemuan Marty dan Al-Faisal, Selasa kemarin, seperti disampaikan dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Rabu (8/5/2012). Marty menghadiri kunjungan kerja atas undangan Pemerintah Arab Saudi.

Lebih lanjut, Marty juga menyebut dirinya datang dengan membawa surat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk Raja Abdullah, yang intinya berisi dua persoalan.

"Pertama, ucapan terima kasih atas pengampunan yang diberikan kepada para WNI yang terancam hukuman mati, baik dalam kasus pidana umum. Juga atas perpanjangan waktu pada 4 WNI yang juga terancam vonis mati dalam kasus pidana khusus," ujar Marty.

Perpanjangan waktu tadi memberi kesempatan bagi keempat WNI untuk bisa melakukan upaya-upaya mendapat pemaafan dari keluarga dan ahli waris korban. Perpanjangan waktu itu, tambah Marty, adalah respons Raja Abdullah kepada surat yang dikirimkan Presiden Yudhoyono pada 5 Maret 2012. 

"Diplomasi selalu dilakukan untuk memberi perlindungan maksimal kepada WNI di Arab Saudi," ujar Marty.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, inti persoalan kedua yang disampaikan dalam surat Presiden Yudhoyono adalah terkait harapan agar kedua negara terus meningkatkan hubungan dalam bentuk kemitraan yang komprehensif dan strategis.

Potensi besar yang dimiliki kedua negara diyakini bisa memberi kontribusi penting dalam menciptakan dunia yang lebih aman, stabil, dan sejahtera.

Kedua menlu juga membahas perkembangan mutakhir di masing-masing kawasan dan berbagai isu global lain, termasuk perkembangan terakhir di Palestina, Suriah, dan kawasan Timur Tengah pada umumnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X