Dikawal Polisi, Irshad Manji Tinggalkan Salihara

Kompas.com - 04/05/2012, 23:57 WIB
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Feminis Islam asal Kanada, Irshad Manji, telah meninggalkan teater Salihara, Jakarta Selatan, dengan dikawal satu mobil polisi dari Kepolisian Sektor Pasar Minggu, setelah sebelumnya warga dan organisasi masyarakat menolak kehadiran wanita tersebut ke Indonesia.

Seperti diberitakan, warga dan ormas tersebut mengancam akan membubarkan secara paksa acara kuliah umum dan peluncuran buku berjudul, "Allah, Liberty and Love, Suatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan".

Sebelum meninggalkan Salihara, Jumat malam (4/5/2012), Irshad sempat mengatakan bahwa dia bangga dengan semua peserta yang sudah menunjukkan integritas, cinta, dan mengatasi rasa takut.

"Saya bangga kepada semua peserta yang telah menunjukkan integritas, cinta, dan mengatasi rasa takut," kata Irshad.

Bahkan, para demonstran yang berada di luar terus berteriak-teriak dan meminta Irshad untuk segera meninggalkan lokasi tersebut, Irshad sempat bertahan dan mengatakan bahwa dia tidak mau dikendalikan oleh orang-orang yang tidak sependapat dengan dia.
    
Puluhan peserta yang mengikuti kuliah umum tersebut juga bertahan dan akhirnya Irshad meninggalkan lokasi tersebut setelah melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian, meski demikian Irshad akan terus melanjutkan tur bukunya di Yogyakarta dan Solo.
    
Sementara itu, Pendiri Komunitas Salihara, Gunawan Mohammad, mengatakan bahwa dia menyesal atas insiden yang terjadi dan terpaksa kuliah umum harus dihentikan.
    
"Pembubaran ini adalah pelanggaran HAM untuk berkumpul dan menyatakan pendapat," kata Gunawan.
    
Gunawan mengatakan bahwa saat ini sudah memasuki era reformasi dan Salihara pernah mengundang banyak nara sumber, namun tidak pernah terjadi pembubaran seperti ini.
           
"Tuduhan bahwa Irshad menyebarkan paham sesat soal lesbianisme dan gay adalah fitnah," kata Gunawan, yang juga mengatakan bahwa dia akan mengajukan gugatan apabila pihak kepolisian menggunakan pasal-pasal yang tidak jelas saat membubarkan kuliah umum itu.
           
Kapolsek Pasar Minggu Adri Desas Furyanto tidak mau mengungkapkan siapa saja ormas yang menuntut pemberhentian acara ini. Dia mengatakan bahwa 50 anggota Polsek dikerahkan untuk menahan massa membubarkan secara paksa.
        
"Kami berusaha untuk melindungi semua orang, jangan sampai muncul korban jika acara ini tidak dihentikan," kata Adri.
        
Dia juga mengatakan bahwa seharusnya acara yang mengundang pembicara yang berasal dari luar negeri seharusnya meminta izin pada Palsek dan Polres dengan dasar Pasal 13 Undang-Undang No. 3 Tahun 2003 tentang Kepolisian.
        
Namun, pasal tersebut setelah dikonfirmasi hanya menyatakan bahwa tugas Kepolisian adalah menjamin ketertiban masyarakat.
        
Goenawan Mohammad, sastrawan dan juga pendiri komunitas Salihara, mengatakan kepada Adri untuk tidak membohongi masyarakat dengan informasi palsu.
       
"Saya sudah berkali-kali mengundang pembicara dari luar negeri dan tidak pernah diwajibkan untuk meminta izin," kata dia. 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X