Charles Taylor Dituntut Hukuman Penjara 80 Tahun

Kompas.com - 04/05/2012, 11:39 WIB
EditorKistyarini

Jaksa perkara kejahatan perang di Sierra Leone menuntut mantan Presiden Liberia Charles Taylor dihukum penjara 80 tahun, setelah pengadilan khusus internasional di Den Haag memutusnya bersalah membantu dan bersekongkol dalam kejahatan perang di Sierra Leone.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada pengadilan khusus internasional di Den Haag, tim jaksa mengatakan, hukuman penjara selama 80 tahun layak ditimpakan kepada Charles atas "kejahatan yang luar biasa" dalam perang saudara di Sierra Leone yang menewaskan puluhan ribu orang.

Sebelumnya, Charles didakwa mendukung kelompok pemberontak dalam perang saudara di Sierra Leone yang berlangsung 1991-2002 dan menewaskan puluhan ribu orang.

Dalam putusannya, pengadilan khusus internasional di Den Haag menyatakan dia bersalah atas sebelas dakwaan, termasuk teror, pembunuhan, pemerkosaan, dan memaksa anak-anak menjadi tentara.

Rencananya pengadilan akan menjatuhkan hukuman untuk Charles pada 30 Mei nanti.

Saat perang saudara di Sierra Leone, Charles Taylor mendukung kelompok pemberontak Front Persatuan Revolusioner yang terbukti terlibat pembunuhan puluhan ribu warga sipil di Sierra Leone.

Terkait kasus ini, tim jaksa menyatakan mantan Presiden Liberia itu "bukanlah sekadar calo senjata atau pemodal".

Perbudakan seksual

Sebaliknya, mereka mengatakan, Charles "merencanakan bab paling berdarah dalam perang Sierra Leone" dan berperan penting dalam mendukung pemberontak untuk melakukan "pembunuhan, perkosaan, perbudakan seksual, penjarahan, memaksa anak-anak menjadi tentara..., dan aksi kekerasan serta teror".

Oleh karena itu, lanjut tim jaksa, hukuman penjara 80 tahun layak ditimpakan atas peran pentingnya atas kejahatan berat yang dilakukannya dengan membantu kelompok pemberontak.

Pengadilan Khusus untuk Sierra Lione atas Charles Taylor digelar sekitar lima tahun.

Setelah putusan hukumannya nanti dibacakan, dia direncanakan akan menjalani hukuman di Inggris, yang sejak tahun 2007 sudah menawarkan sebagai tempat penahanan Taylor jika dia dinyatakan bersalah.

Pemerintah Belanda sebelumnya menegaskan baru akan menggelar sidang atas Taylor jika ada jaminan dia akan menjalani hukuman di negara lain.

Taylor merupakan mantan kepala negara pertama yang menghadapi dakwaan di pengadilan internasional sejak sekutu menggelar mahkamah militer di Nuremburg, Jerman, selepas Perang Dunia II.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X