Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Marinir AS Ditarik dari Okinawa

Kompas.com - 28/04/2012, 03:34 WIB
Editor

Tokyo, Jumat - Sekitar 9.000 marinir Amerika Serikat yang ditempatkan di Pulau Okinawa, Jepang, akan dipindahkan ke wilayah AS, seperti Guam dan lokasi-lokasi lain di Asia-Pasifik, termasuk Hawaii. Ini dilakukan berdasarkan kesepakatan AS-Jepang yang diumumkan di Washington dan Tokyo, Jumat (27/4).

Langkah itu merupakan bagian dari rencana lebih luas yang dirancang untuk meredakan ketegangan dalam aliansi pertahanan AS-Jepang. Sebagian ketegangan berasal dari penolakan warga Pulau Okinawa atas kehadiran militer AS tersebut.

Rencana baru itu, yang diungkapkan beberapa hari sebelum PM Jepang Yoshihiko Noda bertemu Presiden Barack Obama di Washington, membantu kedua negara sekutu mengatasi sebagian persoalan mengenai Pangkalan Udara Futenma.

Itu juga mencerminkan sebuah keinginan Pemerintah AS untuk menyebar pasukan AS lebih luas di kawasan Asia-Pasifik. Ini merupakan bagian dari suatu penyeimbangan kembali prioritas-prioritas pertahanan AS setelah berkutat satu dekade perang di Timur Tengah.

Penarikan mundur pasukan itu mulanya merupakan bagian dari rencana untuk memindahkan pangkalan udara AS di Okinawa ke kawasan lain di Jepang. Namun, para pejabat AS memutuskan memisahkan dua hal itu karena masih ada penentangan terkait relokasi pangkalan.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan di Washington dan Tokyo, kedua pihak mengatakan tetap bertekad memindahkan Pangkalan Futenma dari lokasi sekarang ke daerah perkotaan di sebuah tempat di pesisir.

Relokasi itu ditolak keras oleh penduduk setempat yang ingin agar pangkalan itu dipindah jauh dari Okinawa.

Berdasarkan kesepakatan itu, 5.000 marinir dari 9.000 marinir akan dipindahkan ke Guam dan sisanya ke tempat lain, seperti Hawaii dan Australia, tanpa disebutkan jadwalnya.

Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba mengatakan, kesepakatan ini mencerminkan realitas regional yang terus berkembang. (AFP/Reuters/AP/DI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.