Terlibat Kejahatan Perang, Mantan Presiden Divonis - Kompas.com

Terlibat Kejahatan Perang, Mantan Presiden Divonis

Kompas.com - 27/04/2012, 03:40 WIB

BELANDA, KOMPAS.com --  Pengadilan khusus internasional di Den Haag memutuskan mantan pemimpin Liberia, Charles Taylor, bersalah telah membantu dan bersekongkol dalam kejahatan perang di Sierra Leone.

Dia didakwa mendukung kelompok pemberontak dalam perang saudara di Sierra Leone yang berlangsung tahun 1991 hingga 2002 dan menewaskan puluhan ribu orang.

Saat membacakan keputusan, Hakim Richard Lussick, mengatakan jaksa penuntut sudah membuktikan kelompok pemberontak bertanggung jawab atas pembunuhan, pemerkosaan, dan penjagalan orang selama perang di Sierra Leone tersebut.

"Tuan Taylor, majelis pengadilan menyatakan Anda bersalah atas 11 dakwaan, termasuk teror, pembunuhan, pemerkosaan, dan memaksa anak-anak menjadi tentara," kata Lussick kepada Charles Taylor.

Ketika mendengarkan vonis mantan pemimpin Liberia tersebut tampak tidak memperlihatkan emosi.

Akan Ditahan di Inggris

Meski demikian Taylor dinyatakan tidak bersalah memberi perintah kepada para pelaku kejahatan.

Keputusan ini diambil setelah Pengadilan Khusus untuk Sierra Lione menggelar persidangan atas Charles Taylor sekitar lima tahun.

Pengadilan akan menjatuhkan hukuman dalam sidang yang akan berlangsung pada tanggal 16 Mei dan hukuman baru akan dimulai pada 30 Mei.

Dia rencananya akan menjalani hukuman di Inggris, yang sejak tahun 2007 sudah menawarkan sebagai tempat penahanan Taylor jika dia dinyatakan bersalah.

Pemerintah Belanda sebelumnya menegaskan baru akan menggelar sidang atas Taylor jika ada jaminan dia akan menjalani hukuman di negara lain.

Taylor merupakan mantan kepala negara pertama yang menghadapi dakwaan di pengadilan internasional sejak Sekutu menggelar mahkamah militer di Nuremburg, Jerman, selepas Perang Dunia II.  

 


EditorEko Hendrawan Sofyan

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X