Dugaan Kebocoran UN Diselidiki

Kompas.com - 27/04/2012, 03:32 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelidiki dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan ujian nasional SMP. Namun, setiap aduan yang masuk akan diselidiki kebenarannya terlebih dahulu, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi.

”Pemerintah menjamin tidak akan membuka identitas siapa pun yang melaporkan ada kecurangan UN,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar saat menyampaikan evaluasi UN SMP di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Kamis (26/4).

Menurut Haryono, pihaknya akan menggunakan pola-pola audit pengawasan. ”Kita cari bukti- bukti dulu. Harus ada fakta. Jika benar, akan ada sanksinya,” kata Haryono.

Indonesia Corruption Watch (ICW) menuding naskah soal UN SMP untuk mata pelajaran Matematika di wilayah Jabodetabek bocor. Siswa sudah memperoleh kunci jawaban satu hari sebelum pelaksanaan UN atau pada 24 April 2012.

”Berbeda dengan UN jenjang SMA, kebocoran soal di SMP dilakukan oleh sekolah,” kata Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri, Kamis.

Ia memaparkan hasil investigasi bocoran yang ternyata diperoleh siswa dari guru. Adapun guru mendapat bocoran dari pegawai tata usaha (TU). Dari penelusuran lebih lanjut, pegawai TU itu mendapat bocoran dari sekolah rayon.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli Zakaria, menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dibatalkan

Di Merauke, 40 siswa SMP Negeri Waan di daerah terpencil di Distrik Waan, Provinsi Papua, tidak dapat mengikuti UN yang digelar sejak Senin (23/4) karena 17 dari 40 siswa SMP itu tidak masuk dalam daftar peserta UN dan UN akhirnya dibatalkan.

Ketua Panitia UN 2011/2012 Kabupaten Merauke Daniel Johanes Taraneno mengatakan, SMPN Waan terlambat mengirimkan daftar nama susulan peserta UN. Akibatnya, sebanyak 17 siswa SMPN Waan pun tidak terdaftar sebagai peserta UN.

Di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 66 siswa SMP/MTs mengundurkan diri dari sekolah dan tidak mengikuti UN. ”Dari jumlah tersebut, 43 siswa berasal dari SMP terbuka dan 39 orang lainnya merupakan siswa SMP dari program reguler,” kata Kepala Seksi Kurikulum dan Pengendalian Mutu SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Priyana.

Di Tegal, Jawa Tengah, tujuh siswa SMP tidak mengikuti ujian nasional karena mengundurkan diri. ”Padahal, nama mereka sudah terdaftar,” kata Ketua Panitia UN Kota Tegal Sudoro. (LUK/ RWN/EGI/WIE/MHF)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X