Mantan Presiden Lakukan Kejahatan

Kompas.com - 27/04/2012, 03:13 WIB
Editor

LEIDSCHENDAM, Kamis - Sidang pengadilan kejahatan internasional yang didukung oleh PBB, Kamis (26/4), di Leidschendam, Belanda, memvonis mantan Presiden Liberia Charles Taylor melakukan kejahatan. Dia terbukti mempersenjatai pemberontak Sierra Leone untuk membunuhi rakyat demi berlian.

Inilah untuk pertama kali vonis dijatuhkan kepada mantan kepala negara di era modern oleh sebuah pengadilan internasional. Taylor didakwa mempersenjatai pemberontak untuk melakukan berbagai kejahatan massal, seperti pemerkosaan, pembunuhan, mutilasi, dan kejahatan lain, dalam perang saudara tahun 1991-2002.

Taylor pada sidang terdahulu menyangkal itu semua. Dia mengatakan tidak adil jika tim penuntut memanggil para korban sebagai saksi karena hal itu akan memengaruhi emosi hakim. Dia menolak menghadiri sidang.

Dalam sidang kali ini, Taylor (64) didakwa dengan 11 tuduhan pembunuhan, pemerkosaan, merekrut tentara anak-anak, dan perbudakan seks selama perang antara Liberia dan Sierra Leone. Lebih dari 120.000 orang tewas akibat kejahatan itu.

”Majelis hakim memutuskan Anda bersalah karena membantu dan bersekongkol dalam semua kejahatan ini,” kata Richard Lussick, Hakim Ketua Pengadilan Khusus untuk kasus Sierra Leone (SCSL). Lussick juga menambahkan Taylor akan dihukum pada 30 Mei mendatang.

Peringatan bagi semua

Taylor dipindahkan dari Freetown ke pengadilan khusus di Leidschendam, di pinggiran kota Den Haag, Belanda, pertengahan tahun 2006. Dalam sidang ini juga pernah dihadirkan sejumlah saksi dari tokoh publik terkenal, antara lain super model asal Inggris, Naomi Campbell, dan aktris Mia Farrow.

Putusan sidang ini nantinya akan dijalankan di sebuah penjara Inggris. Putusan akan ditentukan berdasarkan tingkat keparahan kejahatan.

Taylor adalah mantan kepala negara pertama yang diadili di pengadilan internasional sejak Laksamana Karl Doenitz, penerus pemimpin Nazi Adolf Hitler, dinyatakan bersalah atas kejahatan Perang Dunia II di sebuah pengadilan Nueremberg.

Amnesty International menegaskan, putusan bersalah terhadap Taylor adalah sebuah isyarat bahwa siapa pun pejabat dunia dapat diseret ke pengadilan dan bakal dihukum. Hukuman terhadap Taylor adalah puncak gunung es. Sayang, hanya sedikit korban kejahatan yang mendapat pemulihan.

”Tidak ada keraguan bahwa keputusan hakim hari ini menyampaikan pesan penting untuk para pejabat tinggi negara. Tidak peduli siapa atau apa posisi Anda, kalau melakukan kejahatan Anda bisa diajukan ke pengadilan,” kata Brima Abdulai Sheriff, Kepala Amnesty International Sierra Leone. (AFP/AP/REUTERS/CAL)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X