Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malaysia Bantah Klaim Pengambilan Organ

Kompas.com - 26/04/2012, 13:26 WIB
EditorEgidius Patnistik

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Malaysia membantah sejumlah laporan dari Jakarta bahwa tiga pekerja migran yang ditembak mati di dekat Port Dickson, Malaysia, Maret lalu, telah diambil organnya sebelum mayat mereka dikirim ke Indonesia.

Sejumlah pejabat Malaysia, seperti dikutip Asione.com, Kamis (26/4/2012), mengatakan, ketiga orang itu merupakan penjahat dan post-mortem (pemeriksaan mayat untuk menentukan penyebab kematian) dilakukan dua hari setelah kejadian tersebut.

Seorang pejabat juga mempertanyakan mengapa perlu waktu satu bulan bagi Indonesia untuk mencuatkan masalah tersebut. Ia membantah "pengambilan organ" telah dilakukan karena bedah mayat dilakukan dua hari setelah kematian. "Sebuah organ harus diambil segera setelah seseorang meninggal dunia, kalau tidak, itu (organ-organ) tidak berguna. Sebagai contoh, kornea mata perlu diambil dalam waktu enam jam setelah kematian, setelah itu kornea itu tidak dapat digunakan," katanya.

Para pejabat Malaysia itu menanggapi sejumlah laporan dari Indonesia bahwa seorang pejabat dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sudah berada di Malaysia untuk menyelidiki dugaan perdagangan organ manusia. Tiga pekerja migran yang tewas ditembak itu diduga telah menjadi korban dari praktik tersebut.

Keluarga ketiga pekerja migran itu mengklaim adanya jahitan yang tidak biasa di sekitar daerah mata, dada, dan perut dari para korban.

Dalam insiden pada 24 Maret lalu itu, ketiga pekerja migran tersebut yaitu Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon, yang bersenjatakan parang, ditembak mati polisi Malaysia di sebuah perumahan di Linggi. Pihak kepolisian setempat mengatakan, mereka terpaksa melepaskan tembakan setelah para tersangka berusaha menyerang mereka dengan parang ketika diperintahkan untuk menyerah. Ketiga orang itu kemudian diketahui berasal Lombok Timur, NTB.

Perkembangan terbaru kasus itu semakin menguatkan dugaan ada pengambilan organ. Hasil otopsi terhadap jenazah Herman yang dilakukan tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Barat, Kamis, menunjukkan sejumlah organ tubuh Herman memang hilang. Organ yang hilang adalah mata, otak, jantung, dan ginjal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.