Pemimpin Militer Israel Redakan Ketegangan

Kompas.com - 26/04/2012, 03:47 WIB
Editor

Tel Aviv, Rabu - Kepala Staf Angkatan Darat Israel Letnan Jenderal Benny Gantz meredakan polemik dan adu retorika antara pemimpin politik Israel dan Iran soal program nuklir Iran. Gantz menyebut pemimpin Iran ”sangat rasional” dan belum mengambil keputusan soal pengembangan senjata nuklir.

Dalam wawancara khusus dengan surat kabar beraliran kiri, Haaretz, edisi Rabu (25/4), Gantz mengatakan program nuklir Iran secara sistematis mendekati titik di mana mereka bisa memutuskan, apakah akan membuat bom atom atau tidak. Namun, mereka belum memutuskan hal itu.

”Mereka belum memutuskan untuk berjalan sejauh itu,” ujar Gantz.

Sejauh ini, Israel dan Amerika Serikat tak percaya Teheran telah memutuskan untuk membuat senjata nuklir. Keputusan ini mensyaratkan kemampuan untuk memproses uranium dengan kualitas tertentu secara cepat.

”Menurut saya, dia melakukan kesalahan besar jika memutuskan hal itu. Saya kira dia tak akan pergi sejauh itu,” ujar Gantz merujuk kepada pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menjadi pengambil keputusan tertinggi di negeri itu.

Gantz melanjutkan, Iran dipimpin orang-orang yang ”sangat rasional”, dan ancaman sanksi internasional membuat mereka berpikir panjang sebelum memutuskan.

Kalimat yang lebih lunak juga disampaikan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak. ”Jika AS, Eropa, dan kami kukuh dengan sikap kami, akan ada perubahan yang menghentikan Iran mengembangkan bom atom,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Israel dan sebagian besar negara Barat menduga Iran menggunakan program pembangkit listrik tenaga nuklir untuk menutupi pengembangan senjata nuklir, tuduhan yang selalu dibantah oleh Iran.

Pejabat Israel berulang kali memperingatkan program nuklir Iran akan mengancam keberadaan Israel sehingga tetap membuka kemungkinan menyerang Iran lebih dulu untuk mencegah hal itu terjadi.

Namun, bahasa yang disampaikan Gantz dan Barak jauh lebih lunak dari retorika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Akhir pekan lalu, Netanyahu mengatakan, siapa pun yang menolak untuk mengakui ancaman Iran tidak belajar apa pun dari kekejaman Nazi pada Perang Dunia II.

”Mereka takut bicara terus terang bahwa saat ini, sama seperti waktu itu, ada orang yang ingin memusnahkan jutaan orang Yahudi,” ujar Netanyahu.

Usaha Gantz dan Barak untuk meredakan ketegangan dilakukan setelah media melaporkan terjadi perbedaan pendapat di tingkat pengambil kebijakan di Israel tentang bagaimana menangani isu Iran. Haaretz menggambarkan, pejabat Israel terbelah antara pendukung Netanyahu dan pendukung Barak, soal apakah sanksi untuk Iran berhasil. (ap/afp/reuters/was)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X