Korut Siap Uji Nuklir

Kompas.com - 25/04/2012, 09:14 WIB
EditorEgidius Patnistik

BEIJING, SELASA - Pemerintah Korea Utara dipastikan hampir menuntaskan tahap persiapan uji coba nuklir ketiga mereka, yang diyakini bakal kembali memicu kontroversi dan kecaman dunia, tak lama setelah kegagalan peluncuran roket jarak jauh mereka pekan lalu.

Kepastian itu disampaikan salah seorang sumber yang punya hubungan dekat dengan pihak Pyongyang dan Beijing, Selasa (24/4).

”Segera. Persiapan mereka sudah hampir komplet,” ujar sumber senior tadi.

Sejumlah pengamat menyebut peluncuran roket jarak jauh Korut kemarin pada intinya untuk mengasah kemampuan negeri itu membangun peluru kendali balistik, yang bisa menyasar target bahkan sampai ke wilayah Amerika Serikat.

Jika hal itu sampai terjadi, kapabilitas dan bobot militer serta diplomatik negeri itu dipastikan akan langsung ikut meroket di mata dunia.

Analisis lain menyebut langkah ”unjuk gigi” yang dilakukan Korut belakangan ini lebih bertujuan mengokohkan sosok pemimpin baru mereka, Kim Jong Un, yang oleh banyak kalangan dinilai masih terlalu muda dan belum berpengalaman.

Jong Un ”naik takhta” tak lama setelah kematian ayahnya, Kim Jong Il, Desember lalu.

Dalam pidato perdananya pekan lalu, Jong Un menekankan bakal tetap melanjutkan kebijakan lama, yang lebih mengutamakan militer dan pembangunan kekuatan persenjataan nuklir ketimbang mengurus ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, hingga sekarang tanggal pasti uji coba nuklir Korut masih spekulatif. Akan tetapi, sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan AS menanti dengan tegang perkembangannya dari waktu ke waktu.

Sejumlah kalangan yakin Korut sudah mampu mengujicobakan nuklir berbahan uranium yang sangat diperkaya (highly enriched uranium), setara dengan bahan serupa bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima, Jepang, tujuh dekade lalu.

Terkait kemungkinan China membantu persenjataan Korut dan program nuklirnya, dosen ilmu politik Universitas Sogang di Seoul, Kim Young-soo, menyebut China bertindak seperti bunglon saat menghadapi Korut.

”Mereka (China) bilang keberatan dengan provokasi Korut, tapi mereka tidak ikut menghukumnya,” ujar Young-soo.

Sementara itu, saat bertemu pers di kantornya di Jakarta, Duta Besar AS Scot Marciel mempersilakan Pemerintah Indonesia memutuskan sendiri terkait rencana kunjungan orang kedua Korut, Kim Yong Nam, ke Indonesia yang diperkirakan Juni mendatang.

”Namun, sangat penting bagi masyarakat dunia untuk memahami apa yang telah dilakukan negeri itu, termasuk dampaknya pada rakyat Korut sendiri,” ujar Scot. (REUTERS/DWA)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X