Kabur, TKW Situbondo Meninggal di Rumah Sakit Malaysia

Kompas.com - 24/04/2012, 20:10 WIB
Penulis Ahmad Faisol
|
EditorPepih Nugraha

SITUBONDO, KOMPAS.com — Shanti alias Maryama (38), warga Desa/Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, yang menjadi TKW di Malaysia, dikabarkan meninggal di salah satu rumah sakit di Malaysia. Maryama yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak  2011 itu,  memiliki dua anak, meninggal akibat penyakit hepatitis yang dideritanya.

Sebelumnya, Maryama dikabarkan dilarikan ke rumah sakit oleh salah seorang staf KBRI di Malaysia karena kabur dari rumah majikannya. Maryama mengadu nasib ke Malaysia lewat salah satu PJTKI di Jember.

Menurut Sahram (43), suami Maryama, dirinya mengizinkan istrinya untuk bekerja ke luar negeri untuk menafkahi keluarganya. Namun, Sahram tidak tahu pasti apa pekerjaan istrinya itu selama merantau.

"Menurut informasi, istri saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT)," katanya, Selasa (24/4/2012). Sahram menambahkan, sejak ke Malaysia pada tahun 2011 hingga dikabarkan meninggal dunia, istrinya belum pernah mengirimkan uang. Tiba-tiba, Sahram diberi tahu oleh Kades Banyuputih bahwa istrinya telah meninggal.

"Kata Kades, informasi itu diperoleh dari staf KBRI di Malaysia via telepon," kata Sahram.

Kabar meninggalnya Maryama mendapat perhatian sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Situbondo. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Edy Susilo dan Ketua Komisi IV DPRD Hasanah Taher mengunjungi rumah Maryama.

"Saya menilai ada kejanggalan tentang informasi meninggalnya Shanti alias Maryama. Selain dikabarkan lari dari rumah majikan, keberadaan korban juga disebut-sebut ilegal. Padahal, berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat ke Malaysia melalui PJTKI resmi di Jember," ujar Hasanah Taher.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Edy Susilo mengatakan pihaknya akan mencari penjelasan tentang penyebab kematian Maryama. Menurut dia, selain akan melihat berita acara dari KBRI, pihaknya juga akan meminta pertanggungjawaban dari pihak penyalur.

"Namun, jika korban memang berangkat secara legal, kami mendesak pihak PT Mutiara selaku PJTKI untuk memberikan hak-haknya kepada korban. Selain itu, kami masih belum memastikan kapan jenazah korban akan dipulangkan. Akan tetapi, informasi awal dari KBRI, jenazah korban akan dipulangkan Rabu besok ke Tanah Air," kata Edy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.