Sekolah Indonesia di Kairo Diminta Jalani UN secara Jujur

Kompas.com - 17/04/2012, 18:44 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

KAIRO, KOMPAS.com — Sekolah Indonesia di Kairo menyelenggarakan ujian nasional mulai hari Senin (16/4/2012) selama empat hari.

Ujian nasional (UN) di Sekolah Indonesia di Kairo (SIC) diikuti oleh 8 siswa SMA, dengan rincian 5 siswa jurusan IPA dan 3 siswa jurusan IPS. Secara keseluruhan, SIC memiliki 59 siswa.

Pelaksanaan UN di SIC dimulai dengan acara penyerahan dua sampul tersegel yang berisikan soal UN Bahasa Indonesia untuk tingkat SMA kepada Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi. Kedua sampul soal diserahkan Kepala SIC Kamarullah dengan disaksikan Konselor Fungsi Pendidikan Sosial Budaya selaku Pelaksana Tugas Atase Pendidikan Nasional Iwan Wijaya Mulyatno.

Kedua sampul tersebut digunting oleh Dubes Nurfaizi, selanjutnya soal UN dibagikan kepada murid-murid peserta UN. Tepat pukul 09.00 waktu setempat, ujian dimulai dan siswa diberi waktu dua jam untuk menjawab soal-soal ujian.

UN akan dilaksanakan selama empat hari dengan mata pelajaran yang diujikan antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Matematika, Sosiologi, Geografi, Kimia, dan Biologi.

Dubes RI meminta para peserta untuk jujur dan ikhlas dalam menjalani UN ini.

Demikian keterangan pers KBRI Kairo yang diterima wartawan Kompas di Kairo, Musthafa Abd Rahman.

Seperti diketahui, pelaksanaan UN di Tanah Air beberapa tahun terakhir ini sering mengalami masalah, seperti bocornya soal ujian atau bentuk kecurangan lain.

SIC telah berdiri sejak tahun 1956 dan merupakan sekolah Indonesia tertua di luar negeri. Pada mulanya, SIC merupakan tempat pendidikan bagi putra-putri mahasiswa Indonesia yang pada saat itu sedang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar.

Melalui Surat Keputusan Nomor 41 tanggal 11 Oktober 1961 dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, secara resmi SIC mendapat pengakuan dari Pemerintah RI.

Sebagai sekolah Indonesia luar negeri (SILN) tertua di antara 15 SILN lainnya, pendidikan SIC mengacu pada kurikulum nasional dan berpegang pada ketentuan-ketentuan kurikulum dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Gedung SIC yang diberi nama Wisma Indonesia terletak sangat strategis di kawasan Dokki-Giza dengan bangunan empat lantai, mampu memberikan suasana kondusif bagi pendidikan putra-putri Indonesia, khususnya warga Indonesia di Kairo.

Selain digunakan untuk kegiatan pendidikan formal, gedung SIC juga dimanfaatkan untuk kegiatan promosi Indonesia, seperti kursus pengajaran bahasa dan budaya Indonesia kepada warga asing.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X