Anders Behring Breivik Mulai Diadili Senin Depan

Kompas.com - 10/04/2012, 04:08 WIB
Editor

OSLO, SENIN - Anders Behring Breivik (33), pelaku pembantaian ganda yang menewaskan 77 orang di Norwegia tahun lalu, akan mulai diadili, Senin 16 April mendatang. Terjadi perdebatan apakah ia akan dinyatakan gila atau waras.

Breivik akan diadili dengan dakwaan melakukan aksi teror. Pada 22 Juli 2011, ia meledakkan bom mobil di pusat bangunan pemerintahan di Oslo, menewaskan 8 orang dan melukai 200 orang lainnya.

Setelah itu, ia pergi ke Pulau Utoeya, tempat barisan muda Partai Buruh sedang menggelar kemah kaderisasi. Dengan mengenakan seragam polisi, Breivik masuk ke perkemahan dan mulai melepaskan tembakan yang akhirnya menewaskan 69 orang, sebagian besar remaja.

Menurut Jack Levin, profesor kriminologi dari Northeastern University, Boston, AS, Breivik mencatat rekor sebagai pelaku penembakan tunggal yang menewaskan paling banyak korban dalam satu serangan.

”Ada pembantaian yang lebih besar yang menggunakan senjata lain. Tetapi, ini adalah pembantaian terbesar dengan menggunakan senjata api,” tutur Levin, yang telah menulis beberapa buku tentang pembunuh berantai.

Pembantaian itu bermotif politik. Dalam manifesto setebal 1.500 halaman yang ia unggah di internet, Breivik menyatakan aksinya itu sebagai perang melawan ”invasi Muslim” dan ”multikulturalisme” di Eropa.

Kondisi mental

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Breivik mengakui semua aksi pembantaiannya itu, tetapi tidak mau mengaku bersalah. Para penegak hukum Norwegia saat ini masih berusaha mencari kepastian kondisi mental Breivik saat melakukan aksi tersebut.

Dalam situasi unik yang terbalik dari kelaziman, tim pembela Breivik tak ingin klien mereka dinyatakan gila. Menurut para pengacara itu, Breivik meminta tidak dinyatakan gila karena itu akan menodai pesan politik dalam manifestonya.

Sebelum ini, Breivik mengatakan, dikurung di rumah sakit jiwa seumur hidup lebih buruk dibandingkan dengan dijatuhi hukuman mati.

Sebaliknya, tim jaksa penuntut umum justru ingin Breivik dinyatakan gila. Berdasarkan pemeriksaan dua psikiater tahun lalu, Breivik dinyatakan menderita skizofrenia paranoid.

Hasil pemeriksaan itu memicu protes publik Norwegia sehingga pengadilan Oslo memerintahkan pemeriksaan ulang. Hasil evaluasi kedua tersebut akan dipaparkan di hadapan para hakim, Selasa (10/4) ini.

Jika Breivik terbukti gila, ia menghadapi ancaman dikirim ke rumah sakit jiwa dan dirawat di sel tertutup seumur hidup.

(AFP/DHF)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.