Batalyon S-400 Rusia Mulai Beroperasi di Kaliningrad

Kompas.com - 09/04/2012, 23:27 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

MOSKWA, KOMPAS.com — Harian Izvestia di Rusia melaporkan, satu batalyon sistem pertahanan rudal antiserangan udara S-400 Triumf telah mulai beroperasi di kawasan enklaf Rusia di Kaliningrad, yang terletak di tengah negara-negara Baltik anggota NATO. Sistem pertahanan tersebut menjadi bagian dari Armada Laut Baltik Rusia.

Ini adalah batalyon ketiga S-400 yang dioperasikan Angkatan Bersenjata Rusia. Dua batalyon sebelumnya ditempatkan di sekitar kawasan ibu kota Moskwa.

Pertengahan Maret lalu, Kepala Staf AU Rusia Mayor Jenderal Viktor Bondarev mengatakan, satu batalyon lagi sedang dalam proses penempatan di Nakhodka, di Rusia timur jauh. Rusia berencana memiliki 28 resimen S-400, yang masing-masing memiliki dua batalyon, pada 2020.

Sistem pertahanan udara terbaru itu akan ditempatkan di kawasan maritim dan perbatasan dengan negara lain.

S-400 adalah sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah-jauh, yang dirancang untuk mencegat segala bentuk ancaman serangan udara, mulai dari pesawat berawak, pesawat tak berawak, hingga rudal jelajah dan rudal balistik. Jarak tembak rudalnya mencapai 400 kilometer dan ketinggian 30 kilometer.

Rusia menyatakan tak akan menjual sistem S-400 ke negara lain. (RIA Novosti/DHF)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X