Demonstran Tibet Diamankan di Depan Hotel Presiden China

Kompas.com - 30/03/2012, 16:16 WIB
EditorKistyarini

NEW DELHI, KOMPAS.com - Polisi New Delhi, India, menahan sejumlah demonstran Tibet di luar sebuah hotel tempat Presiden China Hu Jintao menginap dalam kunjungan kenegaraannya, Jumat (30/3/2012).

Ratusan orang Tibet dikepung aparat keamanan di ibukota India itu dan ditempatkan rumah tahanan. Tindakan keras aparat keamanan itu mendapat kecaman dari berbagai pemimpin masyarakat.

Kawasan-kawasan yang dihuni pengungsi asal Tibet dipenuhi polisi dan banyak warga yang dikurung di rumah masing-masing. Sementara itu demonstrasi dilarang mendekati area yang dikunjungi Presiden Hu.

Keluhan juga datang dari warga keturunan Nepal dan warga dari wilayah timur Laut India yang menerima perlakukan tidak menyenangkan dari polisi karena ciri-ciri fisik mereka mirip orang Tibet.

"Meskipun pengungsi, kami juga berhak untuk berunjuk rasa. Polisi India menghentikan setiap orang Tibet yang ingin melawan ketidakadilan oleh China," kata Tenzing Norbu di pusat koordinasi India-Tibet di New Delhi.

"India memiliki hubungan bilateral dengan China dan kami menghormati hubungan diplomatik itu, tetapi India tidak bisa memberlakukan hukum yang tidak adil terhadap warga Tibet," lanjutnya.

Dalam unjuk rasa Jumat itu, lima demonstran yang menuliskan pesan protes "Tibet Will be Free" di dada masing-masing diamankan dan digelandang ke mobil-mobil poisi tak jauh dari hotel mewah tempat Hu menginap sejak Rabu (28/3/2012).

Sujit Datta, pakar hubungan India-China dari Universitas Jamia Millia Islamia, berpendapat, pemerintah India seharusnya berbicara dulu dengan para pemimpin Tibet ketimbang hanya melakukan tindakan represif.

"Pemerintah India salah dalam menangani unjuk rasa Tibet dengan melakukan tindakan fisik dan tidak konsisten. Mereka menunjukkan ketidakpekaan terhadap para demonstran," lanjut Datta.

"Orang-orang Tibet merasa frustrasi dan pemerintah India seharusnya mengetahui hal itu," tegasnya.

Beberapa hari lalu seorang pemuda Tibet yang berusia 27 tahun membakar diri dalam sebuah demonstrasi untuk memprotes kekerasan dan kurangnya kebebasan beragama di Tibet. Dia meninggal akibat luka bakar yang mencapai 90 persen.

Kehadiran puluhan ribu warga Tibet di India, termasuk pemimpin spiritual mereka Dalai Lama, menjadi duri dalam daging dalam hubungan India-China. Aktivis dan pemerintah Tibet di Dharamshala, India, menonjolkan tuduhan pelanggaraan hak asasi manusia di Tibet, di mana akses media sangat dibatasi.

Pemerintah China, Kamis, menuduh Dalai Lama bertanggung jawab atas kematian demonstran yang membakar diri itu. Beijing juga "mengapresiasi" langkah pemerintah India dalam mencegah gangguan pada KTT keeempat blok BRICS keempat yang selenggarakan di New Delhi dan dihadiri para kepala negara China, Rusia, India, Brasil, dan Afrika Selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.