Presiden Mengaku Kalah, Kerusuhan Terhindarkan

Kompas.com - 27/03/2012, 07:58 WIB
EditorEgidius Patnistik

DAKAR, KOMPAS.com - Sikap politik kepala negara saat menghadapi gejolak rakyat menentukan masa depan negara, seperti dicontohkan Presiden Senegal Abdoulaye Wade, Minggu (25/3). Wade mengaku kalah dalam pemilihan presiden sehingga protes massa yang berpotensi kerusuhan pun terhindarkan.

Kantor berita Senegal menegaskan, Wade menelepon pesaingnya, Macky Sall, pada hari Minggu pukul 21.30 waktu setempat. Wade mengucapkan selamat menyusul hasil penghitungan suara memperlihatkan Sall sebagai pemenang pilpres. Wade (85), yang berambisi untuk masa jabatan ketiga, kalah telak.

Ratusan ribu orang yang berkumpul di jalan-jalan di Dakar, yang semula hendak melawan Wade, pun urung menggelar aksi protes. Situasi tegang menjadi riang. Massa menari di jalan dan membunyikan klakson kendaraan. Massa pendukung Sall berseru, ”Macky Presidennya!” dan ”Kita menang!”.

Langkah Wade yang elegan, berjiwa besar, meredakan kekhawatiran akan terjadinya kekerasan pascapemilu di negara Afrika Barat itu. Dalam pemilu putaran pertama, Februari lalu, Wade tidak bisa meraih suara mayoritas dalam perolehan suara sehingga harus maju ke putaran kedua.

Pada putaran pertama, 27 Februari lalu, Wade meraih 34,8 persen dan Sall 26,6 persen. Karena tak ada yang meraih suara mayoritas, pemilu putaran kedua digelar pada 25 Maret. Uni Eropa mengatakan, Sall meraih 65 persen suara dan Wade hanya 35 persen.

Wade, kelahiran Dakar, 26 Mei 1929, telah berkuasa selama dua periode atau 12 tahun sejak 1 April 2000. Pada awal 2012, Wade mengubah konstitusi yang memungkinkan dia maju untuk masa jabatan ketiga. Meski konstitusi negara sejak lama mengatur masa jabatan presiden untuk dua periode saja.

Sikap Wade itu disambut protes massa, menyebabkan enam orang tewas akibat kekerasan aparat. Sejak itu, aksi protes menyebar luas. Massa prodemokrasi selalu mencemooh Wade saat masuk ke kotak suara untuk menggunakan hak pilihnya pada putaran pertama dan kedua. Pada putaran kedua, 12 calon lain yang kalah pada putaran pertama beramai-ramai mendukung Sall.

Nicolas Sarkozy, Presiden Perancis, negara eks penjajah Senegal, menyampaikan dukungannya kepada Sall. Dia bergembira demokrasi berjalan lebih baik sehingga kerusuhan dapat terhindarkan. ”Ini berita baik bagi Afrika umumnya dan Senegal khususnya.”

Sall berjanji akan memperpendek masa jabatan presiden menjadi lima tahun dari tujuh tahun dalam konstitusi terakhir. Presiden juga hanya akan menjabat selama dua periode. Konstitusi akan direvisi kembali. Sall juga berjanji mengeluarkan kebijakan menurunkan harga bahan pangan.

Pemimpin baru ini menghadapi banyak persoalan seperti pengangguran yang meningkat. Uni Afrika menyatakan dukungan yang kuat kepada presiden baru Senegal itu. Uni Afrika juga menyatakan puas karena pemilu berjalan dengan baik, yang amat membantu keamanan di kawasan. (AFP/AP/REUTERS/CAL)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X