Anti-Semitisme Sudah Tertanam

Kompas.com - 21/03/2012, 07:26 WIB
EditorEgidius Patnistik

TOULOUSE, KOMPAS.com — Pria bersenjata menembak hingga tewas tiga anak-anak dan seorang rabi di sebuah sekolah Yahudi. Menteri Dalam Negeri Claude Gueant, Selasa (20/3/2012), mengatakan, orang bersenjata itu merekam aksi penembakan tersebut. Kejadian ini mengungkit benih antisemitisme yang telah tertanam lama di Perancis.

Penembakan di kota Toulouse mengingatkan lagi soal betapa bahayanya sebuah kebencian. Serangan terbaru ini merupakan yang paling mematikan di Perancis sejak awal 1980-an.

Perancis amat sensitif soal komunitas Yahudi yang ada, yakni diperkirakan sekitar 500.000 orang. Ini karena Yahudi telah mengundang pendudukan Nazi selama Perang Dunia II dengan tujuan menggusur Yahudi. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, keturunan dari nenek yang Yahudi, telah mencoba memperbaiki hubungan dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, sikap antisemitisme terus bertahan. Untuk itu, 24 jam layanan telepon dipertahankan sebuah badan bernama Protection Service for the Jewish Community. Ini adalah sebuah kelompok yang memberi layanan pengamanan bagi sinagoga-sinagoga dan pada setiap perayaan terkait komunitas Yahudi.

Badan ini mencatat tindakan antisemitisme tiap tahun. Sementara jumlah tindakan anti-semitisme turun menjadi 389 kasus pada tahun 2011, serangan cenderung meningkat. Pada tahun 2010 terjadi 466 serangan.

Badan ini dibentuk tahun 1980 setelah sebuah serangan bom dengan menggunakan sepeda menewaskan empat orang dan melukai sembilan orang di sinagoga di Rue Copernic, Paris tengah.

Perancis merupakan tempat tinggal bagi Muslim dan Yahudi. Banyak aksi antisemitisme dikaitkan dengan konflik dua komunitas ini di Timur Tengah dan pada umumnya berlangsung di Paris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, seorang pemimpin Yahudi di Toulouse kaget ketika kota ini juga menjadi sasaran serangan. ”Toulouse selalu jadi terintegrasi. Kami tidak memiliki persoalan dengan integrasi dan keamanan,” kata Bouaz Gasto, Wakil Ketua Association of Reform Jews Toulouse. ”Itulah sebabnya kita selalu berpikir bahwa kejadian seperti ini tidak akan muncul di kota ini. Kami tidak pernah khawatir.”

Hampir 15.000 orang Yahudi bermukim di Toulouse dengan latar belakang Afrika Utara. Di Toulouse yang berpenduduk 440.000 orang tidak ada masalah yang terkait dengan hubungan dua komunitas ini.

Namun, beberapa tokoh Yahudi Eropa mengatakan, serangan bukan hanya terjadi kepada orang Yahudi, melainkan juga kaum minoritas lain. (AFP/MON/DI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.