Warga Korsel Cari Istri dan dua Putri di Korut

Kompas.com - 20/03/2012, 23:30 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

 

 

SEOUL, KOMPAS.com - Idealistik Korea Selatan, Oh Kil-nam, membelot bersama keluarganya ke Korea Utara pada tahun 1985, karena dirayu janji memperoleh pekerjaan penting dan perawatan medis gratis bagi istrinya yang sakit.

Namun satu tahun di negara komunis itu, dia kembali melarikan diri ke Korsel karena semua janji tadi tidak dipenuhi. Namun kali ini, Oh meninggalkan keluarganya di Korut.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita AP, Selasa (20/3/2012), Oh (70) kini berupaya menelusuri istrinya dan dua putrinya, serta berupaya untuk bisa berkumpul kembali. Dari rekaman suara istri dan putrinya, dan foto yang ada, Oh dan aktivis hak asasi manusia yakin perempuan-perempuan ini berada dalam kamp tahanan Korea Utara.

Permintaan yang diajukan Oh ke otoritas Korea Utara sejak awal tahun 1990, guna mendapatkan informasi keberadaan Shin Sook-ja, sang istri dan putrinya. Namun semuanya nihil. Korea Utara tak pernah berkomentar soal kasus ini. Namun Oh terus bertekad untuk berjumpa lagi dengan istri dan dua putrinya.

Kasus Oh ini pekan lalu kembali dibahas dalam pertemuan PBB di Swiss, di mana utusan khusus PBB urusan hak asasi manusia di Korut, 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tragedi Oh ini merupakan bagian dari pecahnya Semenanjung Korea tahun 1945 menyusul berakhirnya Perang Dunia II. Perpecahan ini memisahkan jutaan keluarga Korea. Perang Korea 1950-1953 kembali membuat permisahan keluarga ini kian tak bisa bersatu kembali. Perang ini hanya berakhir dengan gencatan senjata dan tak ada perjanjian perdamaian.

Data dari Palang Merah Korsel di Seoul, saat ini ada sekitar 80.000 warga Korea Selatan menunggu peluang untuk bertemu kembali dengan keluarga mereka di Korut. Sejauh ini usaha ini tak banyak memberikan hasil signifikan.

Setelah perang Korea berakhir, lebih dari 500 warga Korsel telah diculik agen Korea Utara dan mereka tak pernah kembali. Kementerian Unifikasi Korsel di Seoul menegaskan, sebagian besar dari mereka yang diculik adalah nelayan. Sementara itu, ada 21 warga Korut yang membelot ke Korsel.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.