Joachim Gauck Terpilih Jadi Presiden Jerman

Kompas.com - 19/03/2012, 10:35 WIB
EditorKistyarini

BERLIN, KOMPAS.com - Mantan aktivis prodemokrasi Jerman Timur Joachim Gauck terpilih sebagai presiden Jerman setelah mayoritas anggota parlemen memilihnya, Minggu (18/3/2012).

Lelaki 72 tahun itu mendapat dukungan dari partai-partai besar dan mendapat 991 dari 1.232 suara yang masuk, ungkap ketua parlemen Jerman Norbert Lammert.

Gauck merupakan mantan pendeta yang menentang rezim komunis Jerman Timur dan menjadi kepala badan federal yang mengawasi data intelijen Jerman Timur pasca-reunifikasi Jerman pada 1990.

Gauck tampak terharu ketiak dia menerima hasil pemungutan suara yang menjadikannya kepala negara baru. Presiden Jerman merupakan jabatan seremonial, namun dianggap memegang peran moral yang sangat penting.

"Saya menerima tugas ini. Setelah melalui perjalanan politik yang berliku-liku pada abad 20, saya menerimanya dengan penuh rasa syukur sebagai seseorang yang akhirnya dan tidak diduga menemukan kembali rumahnya serta bisa berpartisipasi di masyarakat demokratis dalam 20 tahun terakhir," kata Gauck saat memberi sambutan di hadapan anggota parlemen.

"Pastinya saya tidak akan mampu memenuhi semua harapan," ujarnya. "Tetapi satu hal yang bisa saya janjikan: Saya akan mengiyakan dengan semua kemampuan dan hati untuk menjalankan tanggung jawab yang Anda percayakan pada saya."

Gauck tidak memiliki afiliasi politik sama sekali namun berhasil mendapat dukungan dari partai-partai utama di negara itu setelah pendahulunya, Christian Wulff, mengundurkan diri akibat skandal korupsi bulan lalu.

Ketika Gauck dinominasikan, Kanselir Jerman Angela Merkel menggambarkan Gauck sebagai "guru demokrasi yang sejati". Gauck menjadi oposisi dari kandidat dukungan Merkel, Wulff, dua tahun lalu. Partner junior dalam koalisi Merkel mendesaknya untuk menerima pencalonan Gauck dalam upaya kedua ini.

Minggu kemarin, Merkel mengatakan Jerman boleh bangga pada presiden baru mereka, yang terpilih dengan "hasil yang sangat meyakinkan."

Merkel, yang juga berasal dari Jerman Timur, menambahkan, terpilihnya Gauck menunjukkan kesuksesan reunifikasi Jerman. "Kita juga bisa sedikit bangga karenanya," kata Merkel seraya menambahkan kemajuan harus tetap dilakukan untuk memastikan wilayah bekas Jerman Timur berhasil menyusul kemakmuran yang sudah dicapai Barat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X