Bentrokan Antarsuku Tewaskan 200 Orang

Kompas.com - 13/03/2012, 10:13 WIB
EditorKistyarini

KHARTOUM, KOMPAS.com - Sedikitnya 200 orang tewas dan lebih dari 150 orang lagi cedera dalam bentrokan baru antarsuku di Negara Bagian Jonglei, Sudan Selatan, kata beberapa pejabat Senin (12/3/2012).

"Sebanyak 223 orang tewas dalam bentrokan suku akibat sengketa mengenai ternak," kata Gubernur Negara Bagian Jonglei, Sudan Selatan Kuol Manyang melalui telepon kepada Xinhua.

"Bentrokan suku terjadi pada Jumat (9/3/2012) dan Sabtu antara suku Murle dan Nuer, saat lebih dari 300 perempuan dan anak kecil diculik selain penjarahan sapi milik suku Nuer," kata Gubernur Manyang.

Sementara itu, juru bicara Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA), Philip Aguer mengatakan di dalam satu pernyataan satuan SPLA telah tiba di daerah sengketa dan tentara telah melakukan tindakan guna mengendalikan situasi.

Bentrokan suku mengenai ternak telah meningkat belakangan ini di Sudan Selatan, sehingga merenggut nyawa ratusan sipil.
Menurut perkiraan PBB, bentrokan antar-suku di Sudan Selatan telah mengakibatkan tewasnya lebih dari 3.000 orang pada 2011.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.