Obama Sampaikan Belasungkawa kepada Afganistan

Kompas.com - 12/03/2012, 09:14 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama menelepon Presiden Afganistan Hamid Karzai, Minggu (11/3/2012), untuk mengungkapkan rasa sedih dan terguncangnya atas penembakan oleh seorang prajurit AS yang menewaskan 16 warga sipil Asganistan, demikian pengumuman Gedung Putih.

Dalam pembicaraan telepon itu, Obama menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Afganistan dan memperjelas komitmen pemerintahnya untuk mengungkapkan secepat mungkin dan mengadili pelakunya, katanya. Obama sebelumnya mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan, "Insiden ini tragis serta mengejutkan, dan tidak mewakili karakter istimewa militer kami."

Penembakan membabi-buta itu terjadi pada Minggu pagi ketika seorang prajurit AS berjalan keluar dari markasnya di Provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, dan memberondongkan tembakan ke arah pria, wanita dan anak-anak. Menteri Pertahanan AS Leon Panetta memberikan jaminan kepada Karzai dalam pembicaraan telepon Minggu bahwa "penyelidikan penuh" sedang dilakukan.

Penembakan itu terjadi ketika hubungan Washington dengan mitra-mitranya di Afganistan mencapai tingkat terendah setelah pembakaran Al Quran di sebuah pangkalan AS bulan lalu yang mengakibatkan kerusuhan-kerusuhan mematikan selama beberapa hari. Peristiwa itu juga akan memperumit upaya Washington untuk merundingkan kemitraan srategis jangka panjang dengan Kabul yang akan menetapkan landasan bagi kerja sama keamanan yang akan berlanjut.

Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014. Namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afganistan. Pada Oktober, Taliban berjanji akan terus berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afganistan.

Gerilyawan meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan pembunuhan terhadap politikus, termasuk yang menewaskan Ahmed Wali Karzai, adik Presiden Hamid Karzai, di Kandahar pada Juli tahun lalu dan utusan perdamaian Burhanuddin Rabbani di Kabul bulan September.

Konflik meningkat di Afganistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu ketika kekerasan yang dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur ke daerah-daerah barat dan utara yang dulunya stabil. Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afganistan sepanjang 2010, yang menjadikan tahun 2010 sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing, demikian menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas situs independen icasualties.org.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.