Kompas.com - 08/03/2012, 16:51 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang satu tahun peringatan bencana nuklir Fukushima, Greenpeace kembali mengingatkan akan bahaya pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Arif Fiyanto, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, mengungkapkan bahwa tragedi Fukushima di mana ribuan orang mengalami kerugian akibat bencana nuklir bisa menjadi pelajaran.

"Tragedi Fukushima dan Chernobyl sebelumnya membuktikan bahwa keamanan nuklir hanya fantasi," ungkap Arif dalam konferensi pers yang diadakan pada Kamis (8/3/2012) di Jakarta.

Dalam laporan Greenpeace terbaru bertajuk "Pelajaran dari Fukushima", Greenpeace memaparkan tiga fakta penting seputar bencana nuklir Fukushima.

David Boilley, ahli Fisika Nuklir dari laboratorium radiasi independen Perancis (ACRO), dalam laporan itu menyatakan bahwa Jepang gagal dalam perencanaan evakuasi bencana nuklir.  

Bukti hal itu adalah tak jelasnya zona aman. Pemerintah Jepang sebelumnya meminta masyarakat dalam radius 20-30 km mengungsi, tetapi akhirnya memperpanjang hingga 50 km sebelum akhirnya berubah lagi.

David McNeill dari The Chronicle of Higher Education dan wartawan The Independent dan The Irish Times mengatakan bahwa Jepang gagal memberikan ganti rugi yang cukup bagi korban bencana untuk membangun kehidupan.

Sementara itu, Arnie Gunderson dari Fairewinds Associates mengungkapkan bahwa bencana nuklir Jepang bukan hanya disebabkan alam, melainkan juga kegagalan kelembagaan.

Menurut Greenpeace, bencana Fukushima adalah akhir dari paradigma keselamatan nuklir. Tenaga nuklir memiliki risiko yang melekat dan tidak bisa ditebak.

Atas dasar bencana nuklir di Fukushima, Arif menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu memiliki PLTN. Apalagi, negara-negara seperti Jerman dan Swiss sudah berkomitmen meninggalkan nuklir.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.