6 Tentara Inggris Tewas Kena Ranjau

Kompas.com - 08/03/2012, 07:31 WIB
EditorKistyarini

KABUL, KOMPAS.com - Enam prajurit Inggris tewas ketika ledakan besar menghantam kendaraan lapis baja mereka di Afganistan, demikian diumumkan militer Inggris, Rabu (7/3/2012).

Dengan kematian keenam prajurit itu, jumlah personel militer Inggris yang tewas dalam perang melawan Taliban di Afganistan menjadi lebih dari 400 orang.

Kelompok prajurit itu sedang berpatroli di provinsi bergolak selatan, Helmand, di mana sebagian besar pasukan Inggris ditempatkan, ketika ledakan menghantam kendaraan tempur Warrior mereka pada Selasa (6/3/2012), kata Kementerian Pertahanan Inggris.

Laporan-laporan awal menyebut kelompok prajurit itu "hilang, diyakini tewas", namun sumber-sumber militer mengatakan kemudian bahwa mereka tewas dan diperlukan waktu untuk menemukan kendaraan mereka.

"Kami sedang melakukan misi patroli bersama di distrik Nahre Saraj dekat kota Lashkar Gah kemarin malam ketika sebuah kendaraan lapis baja Inggris di depan kami diserang ranjau, yang mengakibatkan enam prajurit tewas," kata seorang komandan korps militer Afganistan di Helmand, Sayed Malook, kepada AFP. Menurut seorang saksi, kendaraan itu terbakar sepanjang malam.

Sebuah pernyataan Taliban di situs beritanya mengatakan, kendaraan yang disebutnya sebagai sebuah "tank" Amerika itu diledakkan oleh bom rakitan, namun tidak ada klaim tanggung jawab dalam pernyataan itu.

Inggris menempatkan sekitar 9.500 prajurit yang tergabung dalam pasukan pimpinan NATO di Afganistan, namun Perdana Menteri David Cameron menyatakan akan menarik 500 prajurit tahun ini sehingga jumlah mereka menjadi sekitar 9.000 orang. Pada Oktober, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afganistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Hamid Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya bersepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afganistan.

Gerilyawan meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan juga pembunuhan terhadap politikus, termasuk yang menewaskan Ahmed Wali Karzai, adik Presiden Hamid Karzai, di Kandahar pada Juli dan utusan perdamaian Burhanuddin Rabbani di Kabul bulan September.

Konflik meningkat di Afganistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu ketika kekerasan yang dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur ke daerah-daerah barat dan utara yang dulu stabil.

Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afganistan sepanjang pada 2010, yang menjadikan 2010 sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas situs independen icasualties.org.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.