Israel Larang Proyek Tenaga Surya di Tepi Barat

Kompas.com - 06/03/2012, 12:21 WIB
EditorEgidius Patnistik

TEPI BARAT, KOMPAS.com - Kegembiraan petani Palestina, Ali Musalam, tak berlangsung lama. Israel memerintahkan pencabutan semua sel energi surya yang untuk pertama kali menerangi rumahnya di satu desa di dekat Al-Khalil, di Tepi Barat Sungai Jordan.

Musalam, yang berusia pertengahan 40-an tahun, mengatakan kegembiraannya tak terhingga ketika ia dan warga lain di desanya, Mneizel, yang selama ini sering mengalami mati listrik, memperoleh listrik dari energi surya untuk pertama kali berkat proyek yang didanai Spanyol. Proyek itu, yang bernilai 250 ribu dollar AS, memasang sel energi surya di luar masing-masing rumah di beberapa desa di daerah yang dikenal dengan nama Area C, yang sepenuhnya berada di bawak kendali keamanan Israel.

Musalam dan banyak warga lain di desanya sangat kecewa ketika menerima perintah agar sel tenaga surya tersebut dicabut. "Saya kira Israel tak ingin melihat kami menikmati hidup yang lebih baik dan menerima layanan kemanusiaan yang lebih baik," kata Musalam.

Ia menambahkan, ia hidup bersama 12 anggota keluarganya di satu tenda yang dibuat dari bahan dan potongan logam sebagai atapnya. "Kami sangat bahagia bahwa penderitaan kami akan berakhir," kata Musalam. Ia merujuk kepada proyek yang akan membantu mereka tetap tinggal di tanah mereka. "Perintah Israel membunuh kebahagiaan dan kegembiraan kami," katanya.

Alla al-Qawasmi, seorang insinyur Palestina, mengatakan gagasan mengenai pembuatan sel tenaga surya bertujuan untuk melayani dan membantu masyarakat di Al-Khalil (Hebron) barat, tempat pasokan listrik sulit salurkan karena lokasinya. "Proyek itu sangat berhasil, dan karena itu berhasil, penguasa Israel memutuskan untuk mencabutnya dari sana," kata al-Qawasmi.

Reyad Houndalli, Direktur Perhimpunan Palestina bagi Energi Surya di Tepi Barat, menuduh Israel merusak semua proyek Palestina yang bertujuan melayani warga di Area C, yang merupakan 60 persen dari seluruh wilayah Tepi Barat. "Perhimpunan kami berhasil menyediakan penyelesaian untuk memasok listrik buat sekolah, klinik dan rumah sakit melalui energi surya," kata Houndalli kepada Xinhua. Ia menambahkan sasaran mereka ialah daerah terpencil yang tak diacuhkan Israel.

"Israel menyatakan tanah kami dimiliki negara Israel dan rakyat Palestina tak bisa membangun apa pun di atasnya," kata Houndalli. Ia menambahkan, sel energi surya sekarang menyediakan 10 persen listrik yang diperlukan di Tepi Barat dan 72 persen air matang rumah tangga melalui energi surya.

Omer Kitanna, pemimpin Departemen Energi Palestina, mengatakan proyek tenaga surya sepenuhnya didukung Pemerintah Otonomi Nasional Palestina di Tepi Barat. Ia menambahkan, "Dalam waktu beberapa tahun ke depan, proyek ini akan mendominasi seluruh daerah ini."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.