Bentrok dengan Al Qaeda, 103 Tentara Yaman Tewas

Kompas.com - 06/03/2012, 06:02 WIB
EditorKistyarini

ADEN, KOMPAS.com - Lebih dari 100 prajurit Yaman tewas dalam bentrokan dengan gerilyawan Al Qaeda setelah kelompok itu menyerang posisi-posisi militer di wilayah bergolak selatan, kata sejumlah petugas medis, Senin (5/3/20120).

Serangan Minggu itu merupakan salah satu yang paling mematikan terhadap pasukan Yaman, dan yang terakhir dari serangkaian serangan terhadap pasukan keamanan sejak Presiden Abdrabuh Mansur Hadi berjanji menumpas kelompok tersebut dalam pidato pelantikannya bulan lalu.

Seorang petugas medis di rumah sakit militer di kota Aden, Yaman selatan, mengatakan, "Jumlah kematian... telah mencapai sedikitnya 103" prajurit. Ia menambahkan, "Banyak prajurit yang tewas akibat luka-luka yang diderita dalam serangan" terhadap pos-pos militer di daerah pinggiran Zinjibar, ibu kota provinsi Abyan yang dikuasai militan yang terkait dengan Al Qaeda.

Seorang pejabat militer yang juga menolak disebutkan jati-dirinya mengatakan kepada AFP, militan Al Qaeda bertanggung jawab atas "serangan mengejutkan itu" dan "itu merupakan pembantaian".

Seorang petugas medis lain mengatakan, pegawai rumah sakit kewalahan menangani korban yang berjumlah besar. "Kami terpaksa menggunakan kantor-kantor administrasi dan menunggu ruang untuk merawat korban yang cedera," katanya kepada AFP.

"Rumah sakit dipenuhi korban-korban yang tewas dan cedera," tambah petugas medis yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

Para pejabat militer melaporkan bentrokan-bentrokan sengit Minggu ketika gerlyawan Al Qaeda berusaha menguasai lagi sebuah pos militer di Kud, sebelah selatan Zinjibar. Kekerasan kemudian meluas ke posisi-posisi militer di daerah pinggiran kota itu.

Sedikitnya 25 gerilyawan Al Qaeda tewas dalam pertempuran Minggu dan beberapa orang cedera, kata seorang pejabat daerah di kota markas gerilyawan, Jaar, kepada AFP.

Menurut pejabat itu, sedikitnya 56 prajurit ditangkap oleh Al Qaeda, termasuk tujuh perwira militer dan 10 prajurit yang cedera.

Bentrokan itu merupakan yang terakhir sejak Presiden Abdrabuh Mansur Hadi menerima kekuasaan dari Ali Abdullah Saleh dan diambil sumpahnya pada 25 Februari sesuai dengan perjanjian penengahan Teluk.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.