Pembantaian Terjadi di Homs

Kompas.com - 05/03/2012, 02:13 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Aparat keamanan Suriah menyerang Homs, kota utama yang menjadi markas oposisi rezim di Suriah, tanpa henti. Sekitar 700 warga di kota itu tewas dan ribuan orang cedera. Hal ini menyebabkan kemarahan dari berbagai negara, termasuk China yang membela Suriah di PBB.

Demikian diberitakan kelompok pembela hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW), lewat keterangan pers, Minggu (4/3), di Beirut, Lebanon. Homs menjadi sasaran utama serangan aparat sejak gerakan yang menuntut reformasi mulai berlangsung pada Maret 2011.

Kematian sebanyak itu terjadi selama 27 hari, pada Februari, oleh aparat yang menyerbu tanpa pilih bulu ke sejumlah wilayah di Homs. Distrik Bab al-Amr adalah wilayah yang paling sering mendapatkan serangan, rutin dimulai sejak pukul 06.30 pagi hingga senja.

Serangan mortir dilakukan, termasuk dengan mortir kaliber 240 milimeter buatan Rusia. HRW menambahkan gambar, didapatkan lewat satelit, yang memperlihatkan 640 bangunan hancur. Di kota itu juga terlihat 950 lubang akibat serangan yang intensif.

Kesaksian wartawan

Iran diberitakan turut memasok senjata yang dibutuhkan Suriah untuk menyerang oposisi, yang dijuluki sebagai antek-antek Barat. Iran selalu membela Suriah, yang dianggap sedang dalam target Barat untuk dijatuhkan.

Pada hari Minggu, wartawan Amerika Serikat, Marie Colvin, dan fotografer Perancis, Remi Ochlik, telah diterbangkan ke Paris dari Damaskus. Wartawan Perancis yang lain, Edith Bouvier dari harian Le Figaro, dan wartawan AS, Paul Conroy, cedera dalam serangan yang menewaskan Marie Colvin dan Remi Ochlik.

Bouvier (31) dan Conroy mengenang kembali kejadian di Homs, yang menurut mereka memang sengaja diserang habis-habisan oleh aparat. Conroy mengatakan hal yang terjadi di Homs mirip pembantaian.

Komunitas internasional hari Minggu (3/3) mengimbau agar otoritas Suriah mengizinkan penyaluran bantuan kemanusiaan melalui komite Palang Merah Internasional (ICRC) ke distrik Bab al-Amr di kota Homs yang jatuh ke tangan pasukan pemerintah sejak hari Kamis lalu.

Otoritas Suriah mencegah tim ICRC dan Bulan Sabit Suriah masuk ke distrik Bab al-Amr dengan alasan keamanan belum kondusif.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan, otoritas Suriah telah melakukan tindak pidana. China juga meminta Suriah menghentikan aksi kekerasan. (MTH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.