Konflik Sudan Makin Panas

Kompas.com - 29/02/2012, 02:52 WIB
Editor

KHARTOUM, SELASA - Para pemberontak di Sudan, Selasa (28/2), mengklaim telah menewaskan sedikitnya 150 tentara Pemerintah Sudan dalam serangan kejutan terhadap pangkalan militer pemerintah di kawasan Jau, yang terletak di dekat perbatasan Sudan dan Sudan Selatan.

Menurut Arnu Ngutulu Lodi, juru bicara pasukan pemberontak Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N), serangan terhadap pangkalan militer di Jau adalah bagian dari serangan kejutan yang dilancarkan di sepanjang perbatasan Sudan-Sudan Selatan, Minggu (26/2).

Serangan tersebut dibantu oleh sejumlah kecil pejuang dari pasukan pemberontak Gerakan Kesetaraan dan Keadilan Darfur (JEM). Lodi yakin pihaknya telah menewaskan 150 tentara pemerintah setelah korban dihitung satu per satu.

Selain itu, pasukan pemberontak juga merampas tiga tank dan ratusan senjata serta kendaraan militer lain milik pasukan pemerintah. Pasukan pemberontak kemudian bergerak ke kawasan Taruje di utara, dan merebut pos militer di El-Ahmier, sekitar 30 kilometer sebelah tenggara kota Kadugli, Senin (27/2).

Namun, semua klaim pemberontak tersebut dibantah oleh pangkalan bersenjata Sudan (SAF). Sawarmi Khaled Saad, juru bicara SAF, membantah pasukan pemberontak telah mengambil alih pos militer di El-Ahmier.

Menurut Saad, pertempuran hanya terjadi di sekitar Jau, dan setelah itu para pemberontak bisa dipukul mundur oleh pasukan SAF. SAF juga membantah jumlah korban yang diklaim SPLM-N, dan mengatakan, justru tentara yang telah menewaskan ”sejumlah besar” pemberontak.

Akses ke kawasan terjadinya pertempuran sangat dibatasi sehingga para wartawan setempat kesulitan mencari konfirmasi independen insiden tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Sudan mengancam akan melancarkan serangan balasan ke Sudan Selatan, yang dituduh memberi bantuan kepada pasukan pemberontak untuk menyerang ke wilayah Sudan. Khartoum mengklaim Jau berada di wilayahnya, enam kilometer dari garis perbatasan kedua negara.

Sebaliknya, Juba, ibu kota Sudan Selatan, mengklaim Jau masuk teritorinya. ”Jau berada di dalam wilayah Sudan Selatan. Kami sama sekali tak melanggar perbatasan,” kata Menteri Informasi Sudan Selatan Barnaba Marial Benjamin kepada Agence France-Presse (AFP).

Tak kunjung selesai

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.