Perempuan Uganda Jadi Pekerja Seks di Malaysia

Kompas.com - 20/02/2012, 23:16 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

KAMPALA, KOMPAS.com — Para pejabat Uganda kini sibuk mengambil langkah terkait laporan perwakilan mereka di Kuala Lumpur, Malaysia, bahwa lebih dari 600 perempuan muda Uganda terperangkap dalan jaringan prostitusi di Malaysia. Para perempuan ini dilaporkan sulit untuk bisa keluar dari jaringan pekerja seks komersial ini.

Kantor berita AP, Senin (20/2/2012), melaporkan, pejabat Uganda menjelaskan bahwa para perempuan ini terjebak rayuan iklan yang sering dipajang di pusat perbelanjaan di Kampala, Uganda. Iklan itu menyebutkan, para perempuan muda ini akan diberi tiket pesawat gratis untuk terbang ke Malaysia dan mendapat pekerjaan dengan bayaran tinggi sebagai pembantu rumah tangga, pelayan, atau pekerja bar.

Konsul Kehormatan Uganda di Kuala Lumpur dalam laporan yang dikeluarkan pekan lalu menegaskan, sedikitnya 10 perempuan Uganda yang diperdagangkan ke Malaysia setiap hari.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam laporannya tahun 2011 menyebutkan, pihak Pemerintah Uganda tidak sepenuhnya melakukan langkah-langkah minimal dalam upaya mengakhiri perdagangan perempuan dari Uganda.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X