Kim Jong Il Jadi "Jenderal Besar"

Kompas.com - 15/02/2012, 14:57 WIB
EditorKistyarini

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara, Rabu (15/2/2012), menganugerahkan gelar tertinggi kepada mendiang Kim Jong Il pada malam tanggal kelahirannya, sebuah langkah terbaru untuk mengkukuhkan warisan sementara putranya, Kim Jong Un, berusaha mengonsolidasikan kekuasaan.

Penobatan Kim sebagai "Jenderal Besar" diumumkan sehari setelah peresmian patung Kim sedang mengendarai kuda di samping ayahnya yang juga pendiri negara Korea Utara, Kim Il Sung, di Pyongyang.

Pada hari yang sama, 23 perwira senior militer juga menerima kenaikan pangkat atas perintah Kim Jong Un, yang sudah diangkat sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata Korea Utara yang memiliki 1,2 juta personel itu.

Kantor berita Korea Utara memuji Kim Jong Il yang telah menjadikan negara itu sebuah "negara nuklir" yang bisa memproduksi serta meluncurkan satelit. Namun laporan itu tidak menyebut pencapaian nuklir tersebut.

Pejabat Korea Utara dan Amerika Serikat akan bertemu di Beijing, China, pekan depan untuk mengadakan pembicaraan soal menghidupkan kembali negosiasi enam negara tentang pelucutan senjata nuklir.

Media berbahasa Inggris itu juga memuji pemimpin negara yang meninggal akibat serangan jantung pada 17 Desember 2011 itu telah menjadikan Korut sebuah negara militer berkat kebijakan Songun (militer yang pertama) dan memimpin "perlawanan terhadap imperialisme dan AS menuju kemenangan". Korut mendeklarasikan hari kelahiran Kim Jong Il pada 16 Februari sebagai "Hari Bintang Bersinar". Deklarasi itu disertai penerbitan perangko dan uang logam.

Sementara itu sejumlah 132 orang dianugerahi medali baru, yakni Bintang Jasa Kim Jong Il, atas jasa mereka membangun "bangsa sosialis yang berkembang" dan meningkatnya kemampuan pertahanan engara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbagai upaya dilakukan untuk mengkultuskan dinasti Kim dan menjadi isyarat bahwa Jong Un kokoh berkuasa, kata Paik Hak Soon dari Institut Sejong Korea Selatan. "Hal itu jelas menggambarkan bahwa status Jong Un terus diperkuat dan elit Utara bertekad menempatkan dia di kekuasaan, terutama untuk melindungi kepentingan mereka dalam sistem tersebut," kata Paik kepada AFP.

Pyonyang juga mengumumkan kenaikan pangkat bagi Kim Jong-Gak, yang dipandang sebagai salah satu tokoh penting yang membantu Jong Un yang tidak berpengalaman memperkuat posisinya di angkatan bersenjata. Jong Gak merupakan satu dari tujuh pejabat tinggi yang mendampingi Jong Un berjalan di samping mobil jenazah Kim Jong Il pada pemakaman 28 Desember 2011 lalu.

"Kim Jong Gak sebelumnya mengawasi organisasi militer, arah ideologinya dan hubungannya dengan partai berkuasa," kata Paik.

Seorang analis politik menilai promosi untuk Kim Jong Gak jelas menunjukkan bahwa partai tesebut berusaha memperkuat kontrolnya terhadap militer yang kini menjadi terlalu kuat di bawah kebijakan Songun.

Gelar "Jenderal Besar" bagi Kim Jong Il juga sama dengan yang diberikan pada ayahnya, Kim Il Sung pada 1992. Kim Il Sung meninggal akibat serangan jantung pada 1994.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani urusan lintas perbatasan, mengatakan berbagai acara yang digelar untuk mememperingati hari kelahiran Kim Jong Il tidak berbeda kegiatan yang sama tahun lalu. Ketika itu Kim Jong Il mempersiapkan transisi kekuasaan ke Jong Un.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.