Banjir Lagi, Warga Keluhkan Penyempitan DAS Brantas - Kompas.com

Banjir Lagi, Warga Keluhkan Penyempitan DAS Brantas

Kompas.com - 12/02/2012, 18:32 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sejak Minggu (12/2/2012) siang, Kota Malang di Jawa Timur dilanda hujan deras yang mengakibatkan banjir di Kecamatan Lowokwaru, Sukun, dan Klojen. Warga mengeluhkan penyempitan daerah aliran Sungai Brantas sehingga banjir kembali terjadi.

Banjir melanda Jalan Gajayana di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, dengan ketinggian air hingga 1,5 meter. Air tidak hanya menggenangi jalan raya, tetapi juga masuk ke pemukiman warga setempat. Di kelurahan tersebut, setidaknya ada 15 rumah yang dilanda banjir hingga setinggi leher orang dewasa.

Warga bernama Hariyanto (53) mengatakan, rumahnya terletak di bantarai Sungai Brantas di Kelurahan Dinoyo dan diterjang banjir setinggi 1,5 meter. Air bah telah menghanyutkan sertifikat rumah, surat-surat kendaran, dan uang senilai Rp 1 juta. Demikian pula dengan buku-buku sekolah anaknya, hanyut oleh air.

Di sepanjang jalan, mobil yang melintas langsung terjebak banjir. Akibatnya tak bisa melanjutkan perjalanan. Salah satunya mobil Alphard milik Sardo Swalayan. "Seluruhnya ada 5 mobil yang tenggelam di pinggir jalan," kata Cahyono selaku Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Dinoyo.

Cahyono mengatakan, warga tak bisa berbuat apa-apa karena banjir selalu terjadi setiap ada hujan deras. Air sungai yang meluap membawa potongan kayu yang merobohkan pagar jembatan penghubung antara Kelurahan Diniyo dan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. "Yang jelas, penyebab banjir meluap ke jalan dan rumah warga akibat DAS Brantas sudah mulai menyempit," kata Cahyono.

Ia mengatakan, menyempitnya DAS Brantas diakibatkan menjamurnya bangunan rumah toko dan kompleks perumahan di sepanjang sungai itu. Cahyono berharap pemerintah Kota Malang bertindak tegas terhadap pengembang perumahan untuk mengikuti tata ruang kota.

Banjir setinggi 1,5 meter juga terjadi di Kelurahan Karang Besuki, Sukun. Kendaraan bermotor yang melintas langsung mogok karena terkena air banjir. Sariati (47), warga Jalan Galunggung di kelurahan tersebut, mengeluhkan sikap pemerintah setempat yang tidak tegas melarang warga mendirikan rumah di bantaran sungai.

"Sungai kecil yang masuk ke pemukiman warga sudah mulai mengecil karena dipangkas oleh bangunan yang ada, misalnya ruko dan perumahan," kata Arif, korban banjir di Kelurahan Karang Besuki, RT 02 RW 04. Selain karena penyempitan DAS Brantas, Arif menyatakan bahwa kebiasaan warga membuang sampah di sungai itu telah membuat saluran air tersumbat.


EditorLaksono Hari W

Terkini Lainnya

Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Nasional
Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Regional
Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Regional
Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Megapolitan
Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Regional
Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Internasional
Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Regional
Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Megapolitan
Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Megapolitan
Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Megapolitan
Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Nasional
Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Megapolitan
Masuk Lewat 'Exit Gate', Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Masuk Lewat "Exit Gate", Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Megapolitan
Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Internasional
Enggan Cerita Masalahnya, Pemuda Malah Terjun ke Citarum di Hadapan Teman

Enggan Cerita Masalahnya, Pemuda Malah Terjun ke Citarum di Hadapan Teman

Regional

Close Ads X