Santorum Menang, Peta Persaingan Pun Berubah

Kompas.com - 09/02/2012, 04:05 WIB
Editor

Minneapolis, Selasa - Kemenangan mantan senator Rick Santorum di tiga negara bagian berturut-turut, Selasa (7/2), mengubah lagi peta persaingan antarkandidat presiden AS dari Partai Republik. Pertarungan diperkirakan tak akan usai dalam waktu singkat, seperti diharapkan para tokoh partai itu.

Persaingan antarkandidat, yang pada beberapa pekan terakhir terkesan menjadi pertarungan satu lawan satu antara mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney dan mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich, berubah setelah Santorum menyabet kemenangan besar pada pemilihan pendahuluan (primary) di Negara Bagian Missouri dan kaukus di Minnesota dan Colorado.

Hasil penghitungan suara resmi menunjukkan, Santorum meraih 55 persen suara di Missouri, atau lebih dari dua kali lipat perolehan suara Romney di tempat kedua dengan 25 persen. Di Minnesota, Santorum memimpin dengan 45 persen suara, sementara Romney hanya meraih tempat ketiga dengan 17 persen.

Di Colorado, Santorum meraih 40 persen suara, disusul Romney (35 persen), Gingrich (13 persen), dan anggota DPR AS dari Texas, Ron Paul (12 persen).

Ketiga proses pemilihan pendahuluan tersebut bersifat tidak mengikat, artinya jumlah delegasi pendukung setiap kandidat akan dipilih melalui proses konvensi atau kaukus terpisah. Namun, kemenangan Santorum tetap menjadi momentum tersendiri dan memberi peluang liputan media dan sumbangan dana kampanye yang lebih besar.

Santorum menang dengan menampilkan dirinya sebagai satu-satunya sosok konservatif sejati di antara kandidat lain. ”Konservatisme masih hidup dan berjaya di Missouri dan Minnesota,” seru Santorum dalam pidato kemenangan di kota St Charles, Missouri.

Pertarungan berlanjut

Kesempatan itu digunakan Santorum untuk menyerang Romney, yang menurut dia mengambil arah kebijakan yang sama dengan Presiden AS saat ini, Barack Obama. ”Saya tidak berada di sini untuk menjadi alternatif (yang lebih) konservatif daripada Mitt Romney, tetapi untuk menjadi alternatif konservatif dari Obama,” katanya.

Kemenangan berturut-turut Santorum ini juga memunculkan kembali pertanyaan tentang dukungan riil bagi Romney di kalangan konservatif sejati yang berada di kawasan pedesaan. ”Ini menunjukkan para republiken belum siap untuk secara otomatis mendukung Romney. Dia masih harus berusaha lebih keras,” ujar pakar strategi politik Partai Republik, Ron Bonjean.

Berubahnya peta persaingan ini juga diperkirakan akan memperpanjang pertarungan sengit di antara para republiken sendiri sampai calon presiden definitif ditetapkan dalam konvensi Partai Republik di Tampa, Florida, akhir Agustus nanti.

Sebelumnya, Romney dan beberapa tokoh partai itu berharap, pemenang persaingan ini bisa segera terpilih sehingga energi mereka dapat lebih difokuskan untuk berkampanye menghadapi Obama, rival mereka sesungguhnya dalam pemilihan presiden AS, 6 November mendatang.

(AP/AFP/REUTERS/DHF)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X