Minum Minuman Keras, 22 Warga India Tewas - Kompas.com

Minum Minuman Keras, 22 Warga India Tewas

Kompas.com - 08/02/2012, 17:42 WIB

BHUBANESWAR, KOMPAS.com — Setelah minum minuman keras lokal yang diduga beracun sedikitnya 22 orang tewas di Bhubaneswar, India Timur. Minuman keras ini dibuat, antara lain, dengan mencampur obat batuk.

Bhubananda Maharana, pengelola rumah sakit di Negara Bagian Orissa, Rabu (8/2/2012), sebagaimana dikutip kantor berita AP menyebutkan, para pekerja perkebunan di kawasan itu sakit dalam dua hari terakhir ini setelah menenggak minuman keras buatan sendiri.

Maharana menambahkan, selain 22 korban tewas, sekitar 31 pekerja lainnya dirawat dengan gejalah keracunan minuman keras.

Penduduk miskin India kerap membeli minuman keras buatan lokal karena harganya yang murah. Minuman ini kadang dibuat dengan mencampurkan sirup dan obat-obatan, kadang ditambahkan alkohol dan berbagai bahan kimia industri lainnya agar lebih mantap.

Pejabat Negara Bagian Orissa kini memerintahkan penyidikan atas peristiwa ini. Juru bicara dari Pemerintahan Orissa, SK Panda, mengatakan, dua perusahaan farmasi yang memproduksi obat batuk ini juga diminta ditutup

 

 

 

 


EditorRobert Adhi Ksp

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X